Senin, Oktober 22, 2012

8 Kampung di Pinggir Sungai di Dunia yang Cantik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin membangun kampung susun di bantaran sungai-sungai Jakarta yang padat dengan penduduk. Mungkinkah ide Jokowi ini? Yang jelas, di luar negeri sudah ada beberapa contoh kampung di bantaran kali atau setidaknya berada di tepi perairan. Seperti di 8 negara berikut ini yang dirangkum dan kutip dari berbagai sumber :

1. Klong Damnoen Saduak, Thailand
Thailand-Flickr-Touropia
Lihatlah perkampungan di kanal Klong Damnoen Saduak, di Provinsi Ratchaburi, Thailand ini. Klong dalam bahasa Indonesia berarti kanal. Di kanal ini, bangunan menghadap ke sungai sempit atau kanal yang difungsikan sebagai pasar apung.

Kanal ini bisa dicapai dari Bangkok melalui Klong Saen Saeb. Terlihat ruwet ya, karena ada aktivitas pasar apung di kanal ini. Tapi lihat, tak ada sampah di sungainya membuat penduduk leluasa melakukan kegiatan ekonomi.

Wah kalau pasar apung, di Kalimantan Selatan juga ada bukan?

2. Kanal Suzhou, China
China-Flickr-Touropia
Lihatlah perkampungan di kanan-kiri  di bagian timur China ini. Kanal ini merupakan anak Sungai Yangtze.

Kota air ini didirikan pada abad ke-5 SM, yang dihiasi taman dan jembatan-jembatan batu. Kanal ini dijuluki 'Venesia dari China' dan dahulu merupakan jalur perdagangan sutra karena mendekati Grand Canal, jalur sungai perdagangan terbesar di dunia.

3. Hoi An, Vietnam
Vietnam-Flickr-Touropia
Desa nelayan ini terletak di sepanjang sungai di Hoi An, pelabuhan internasional sejak abad ke-16, kendati kini pusat kegiatan perkapalan sudah dipindahkan ke Da Nang.

Lihatlah bangunan-bangunan di pinggir kali itu tampak kuno, bergaya arsitektur China. Lampion-lampion warna-warni tampak indah menghiasi bangunan itu yang sepanjang bantarannya bersih.

Tak heran kawasan ini disebut 'Venesia dari Vietnam'.

4. Kali Code, Indonesia
Indonesia-Ndro-D-traveller
Jangan lupa, Indonesia memiliki kampung di pinggiran Kali Code, Yogyakarta. Kampung pinggir kali yang dulunya kumuh, namun karena sentuhan sastrawan sekaligus rohaniawan dan budayawan, YB Mangunwijaya alias Romo Mangun, Kali Code ini menjadi tertata rapi dan bersih.

Bahkan rancangan pemukiman Romo Mangun di tepi Kali Code ini menerima penghargaan bidang arsitektur Aga Khan Award. Karena berhasil menata perumahan warga miskin yang kumuh di pinggiran Kali Code, penulis novel 'Burung-burung Manyar' ini menjadi salah satu arsitek terbaik di Indonesia.

Hmm..bisa jadi Jokowi terinspirasi Romo Mangun ya?

5. Bruges, Belgia
Belgia-Flickr-Touropia
Bruges merupakan kota air sejak abad pertengahan di Belgia, Eropa. Dahulu kanal kota air ini merupakan jaringan penting bagi para pedagang untuk membawa barang dagangannya menuju pasar di Water Halls.

Kini, perkampungan dan bangunan di kanan-kiri kanal ini masih awet dan terpelihara. Pemandangannya yang indah menjadikannya jujugan turis-turis.

6. Amsterdam, Belanda
Belanda-Flickr-Touropia
Amsterdam, ibu Kota negara Belanda ini memiliki 3 kanal utama yaitu, Herengracht, Prinsengracht, dan Keizersgracht yang mengelilingi kota. Ada sekitar 100 km kanal dan 1.500 jembatan di Amsterdam.

Di kanan-kirinya, ada 1.550 gedung bersejarah. Para warga dan turis bisa menikmati keindahan kanal dengan perahu.

7. Luzern, Swiss
Swiss-Wikipedia
Luzern (Lucerne), Swiss (Switzerland) berpenduduk 57.890 jiwa, merupakan kota terpadat di Swiss bagian tengah.

Kota ini, terletak dekat dengan Danau Luzern (Vierwaldst├Ąttersee) dengan pemandangan Gunung Pilatus dan Rigi yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen. Luzern banyak dikunjungi wisatawan, salah satu ciri khas kota ini yang terkenal adalah Jembatan Kapel (Kapellbr├╝cke) yang terbuat dari kayu peninggalan abad ke-14 dan menara air  segi delapan bernama setinggi 43 meter Menara Wasserturm yang terbuat dari batu bata. Saat ini, menara tersebut menjadi bagian dari tembok kota yang merupakan ciri khas dari negara ini.

8. Venesia, Italia
Italia-Flickr-Touropia
Aha! Ini bukan lagi kampung yang dibangun di bantaran sungai, namun kampung yang dibangun di atas sungai. Venesia, kota air di Italia ini sudah kondang sejagat. Kota seluas 412 km persegi ini sudah ada sejak abad ke-9 M.

Bangunan-bangunan bergaya Italia ini berjajar dan berpadu cantik di atas 150 kanal. Perahu, termasuk gondola adalah alat transportasi utamanya. Nikmati denyut kota air ini dengan mendayung perahu secara perlahan. Tak ada kebisingan kendaraan bermotor di kota yang romantis ini. Perfetto!
sumber: detikcom; wikipedia


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...