Sabtu, Februari 18, 2012

Waspada DBD

0 comments
(wikipedia.org)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.

Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue

Masa tunas / inkubasi terjadi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :


  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
  2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
  3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
  4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
  5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
  7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
  8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
  9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
  10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.


Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue

Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :

  • Paracetamol membantu menurunkan demam
  • Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
  • Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Menjaga agar jangan sempai terkena DBD, nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Oleh karena itu, sebaiknya kita menghindari berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya.

Pemerintah juga melakukan sosialisasi tidakan yang disebut dengan 3M Plus, yakni Menutup tempat penyimpanan air (tempayan), Menguras tempat penyimpanan air secara rutin (kolam), Mengubur barang barang yang dinilai bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Beberapa cara yang juga efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :


  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
  2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
  3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
  4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Kamis, Februari 16, 2012

Tidur! Jangan Kurang, Jangan Lebih!

0 comments
(wolipop.com)
Tidur penting untuk menjaga kesehatan. Seperti yang dikutip dalam zonasehat.blogdetik.com dari dari mayo clinic, orang yang kurang tidur atau memiliki kualitas tidur tidak baik akan lebih mudah tertular bakteri atau virus sehingga akan lebih jatuh sakit. Kualitas dan lama tidur juga akan memengaruhi seberapa cepat seseorang pulih dari penyakitnya jika sedang mengidap penyakit tertentu.

Beberapa manfaat tidur bagi kesehatan telah diungkapkan oleh para ahli, satu diantaranya adalah tidur mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh .

Selama tidur, sistem kekebalan (imunitas) tubuh akan mengeluarkan protein yang disebut sitokin. Sitokin adalah protein sistem kekebalan yang berfungsi sebagai alat proteksi terhadap infeksi, peradangan, dan stres. Peningkatan sitokin saat tidur sangat diperlukan khususnya dalam memerangi penyakit menular.

Lama tidur yang optimal tidur untuk orang dewasa biasanya antara 7 jam dan 8 jam semalam. Sementara anak usia sekolah dan remaja membutuhkan 9 jam atau lebih tidur setiap malam.

Walaupun tidur bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh bukan berarti tidur yang lebih lama akan membuat Anda lebih sehat.Tidur terlalu lama malah akan menyebabkan gangguan kesehatan. Untuk orang dewasa, tidur lebih dari 9-10 jam setiap malam telah diketahui berkaitan dengan penambahan berat badan, masalah jantung, stroke, gangguan tidur, depresi, dan masalah kesehatan lainnya.

Rabu, Februari 15, 2012

Warning : Rekanan Nakal Bakal Kena Sanksi Masuk Daftar Hitam

0 comments
Jangan pernah main-main jika ingin mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa yang didanai dari Anggaran Pemerintah. Bila Rekanan nakal tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana ketentuan kontrak, alih-alih dapat untung bisa-bisa malah kena sanksi masuk dalam Daftar Hitam.

Apa itu Daftar Hitam? Dalam penjelasan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang Daftar Hitam adalah daftar yang memuat identitas Penyedia Barang/Jasa yang dikenakan sanksi oleh K/L/D/I (Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya).
Sanksinya pun tidak tanggung-tanggung, bagi rekanan yang masuk Dafar Hitam oleh salah satu K/L/D/I tertentu atau daerah tertentu, maka ia tidak diperkenankan mengikuti kegiatan yang dibiayai dari Anggaran Pemerintah di seluruh Indonesia selama 2 tahun.
Ini bukan sekedar ancaman, pada tanggal 15 Februari 2012 terdapat 157 rekanan yang masuk dalam Daftar Hitam Nasional yang terpampang di situs resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan alamat http://inaproc.lkpp.go.id/inaproc/blacklists.


Dalam tabel Daftar Hitam Nasional tersebut memuat jelas Nama Perusahaan yang telah dikenakan sanksi dari K/L/D/I dari berbagai daerah sehingga para Pengguna Anggaran dari seluruh Indonesia dapat mengakses dan mengetahui rekanan-rekanan yang masuk dalam Daftar Hitam. Dengan demikian tidak ada lagi akses bagi Rekanan Nakal, sehingga mereka harus "meliburkan" usahanya dari kegiatan yang didanai dari Anggaran Pemerintah selama 2 tahun.