Tampilkan postingan dengan label Betawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Betawi. Tampilkan semua postingan

Senin, November 12, 2012

Nonton Langsung Adat Betawi "Palang Pintu" [Video]

Sabtu lalu, 10 Nopember 2012 (10-11-12) adalah tanggal 'cantik' yang banyak dipilih untuk menjadi tanggal bersejarah, sebut saja sebagai tanggal pernikahan. Sehingga wajar saja jika kita banyak mendapat undangan dan menjumpai barisan janur kuning yang melengkung di pinggir jalan.

Saya sendiri hari itu mendapat 3 buah undangan . . .

Namun yang saya sangat terkesan adalah undangan dari tetangga sebelah rumah. Keluarga yang merupakan suku betawi (eh... ane juga anak betawi loh!...) menggelar adat "Palang Pintu" dalam menyambut penganten mempelai pria sebelum diperkenankan untuk naik ke pelaminan.



Palang Pintu: (Adat Betawi) Menyambut Pengantin Laki-Laki Menjelang Naik Pelaminan

alonrider.wordpress.com

Tabuhan rebana mengalun berirama seolah memberitahu semua orang, akan ada hajatan besar. Iring-iringan pembawa seserahan pun tampak ceria sembari menenteng roti buaya, buah-buahan, serta berbagai benda permintaan calon mempelai wanita. Di depan, seorang pria dengan busana adat Betawi berjalan didampingi jawara kampung.

Rombongan tersebut hendak ke kampung seberang, melamar anak gadis orang.

Sayangnya, begitu tiba di rumah calon besan, bukan sambutan manis yang didapat melainkan jagoan "Palang Pintu" yang menantang adu jotos.

"Kembang berduri banyak racunnye, abang kemari apa tujuannye?" celetuk si jagoan palang pintu. Duh...!!!

Jumat, September 14, 2012

Tanjidor

Penampilan Musik Tanjidor di Kawasan Kota Tua Jakarta

Tanjidor dikenal sebagai salah satu jenis musik Betawi yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa. Pada musik Tanjidor alat musik yang paling banyak dimainkan adalah alat musik tiup, seperti klarinet, piston, trombone serta terompet. Jenis musik ini muncul pada abad ke-18, yang ketika itu dimainkan untuk mengiringi perhelatan atau mengarak pengantin.

wirawandwilazuardy.blogspot.com
Kata "tanjidor" berasal dari kata dalam bahasa Portugis tangedor, yang berarti "alat-alat musik berdawai (stringed instruments)". Tetapi dalam kenyataannya, nama Tanjidor tidak sesuai lagi dengan istilah asli dari Portugis itu. Namun yang masih sama adalah sistem musik (tonesystem) dari tangedor, yakni sistem diatonik atau dua belas nada berjarak sama rata (twelve equally spaced tones). Ansambel Tanjidor terdiri dari alat-alat musik seperti berikut: klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur).

Selasa, Desember 20, 2011

"Pada Suatu Ketika" Indonesia Menghasilkan Film Animasi Berkualitas

Jakarta kedatangan pesawat alien dari film independence day yang mengubah kendaraan-kendaraan menjadi transformers. Begitulah kira-kira gambaran film animasi pendek yang diberi judul "Pada Suatu Ketika" oleh lakon animasi yang di unggah pada situs vimeo 11 hari yang lalu.

Secara grafis, kualitas film animasi buatan lokal ini terlihat sangat bagus dan dapat disejajarkan dengan dengan karya-karya animasi Disney Pixar saat ini. Mungkin hal ini yang membuat video yang baru-baru ini diunggah, respon yang didapat dari animasi pendek ini sungguh luar biasa, banyak komentar yang masuk memposting komentar yang positif terhadap film pendek ini.

Situs twitchfilm.com menuliskan “Though Indonesia may not be known internationally as a hotbed of animation there is a sizable base of talent there and local production house Lakon Animasi is sure to turn some heads with their CGI animated piece Pada Suatu Ketika.

Terlepas dari cerita yang terlihat meniru model film holywood yang sudah pernah beredar, ada suatu hal yang orsinil yang juga ditunjukan dalan film ini, yaitu suasana keramaikan lingkungan "pasar" dan soundtrack lagu "Perdamaian" yang dibawakan grup kasidah Nasyida Ria sebagai pembuka, membuat ketika kita melihat film  terasa suasana "Jakarta" yang begitu kental.

Video ini tampaknya memang disiapkan sebagai "pancingan" saja. Karena, pada akhir video itu tampak kata-kata "Tunggu dan saksikan, klip babak kedua. 2012."

Lalu, apakah mungkin film pendek ini merupakan cikal-bakal film animasi berkualitas buatan Inndonesia? Tentunya, untuk bisa jadi sebuah film layar lebar, dibutuhkan upaya yang tidak mudah. Perlu ada kerja keras dan serius, belum lagi modal dana yang tidak sedikit. Dan, ceritanya harus bisa memikat jika mau membuat penonton betah duduk dalam bioskop.

Penasaran ingin melihat videonya? silahkan klik logo play pada video yang diembed dari vimeo berikut ini:

Jumat, Juli 15, 2011

Soto Betawi

Soto Betawi merupakan soto yang populer di daerah Jakarta. Penyajian soto Betawi ada yang berisi daging, kikil, jeroan ataupun paru. Sesuai permintaan pembeli, isi soto ini dapat disajikan campur daging, kikil, jeroan ataupun paru dalam satu mangkok, sehingga biasa di sebut dengan nama soto Campur.

Menurut artikel dalam Wikipedia Indonesia istilah soto Betawi hadir dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977-1978, namun bukan bearti tidak ada soto sebelum tahun tersebut. Yang memopulerkan dan yang pertama memakai kata soto Betawi adalah penjual soto di THR Lokasari / Prinsen Park, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri.

Salah satu pejual yang cukup lawas dan terkenal di Jakarta adalah Soto Roxy H. Darwasa yang berjualan di sebuah rumah tua di Jl. Tidore no. 2, Jakarta Pusat.

jepret-jakarta.blogspot.com
Jika anda ingin membuat soto Betawi sendiri di rumah berikut adalah resepnya yang dikutip dari resepmasakanindonesia.info.

Bahan Soto Betawi : (untuk 6 porsi)
  • 500 gram daging sapi
  • 1 1/2 liter air
  • 350 gram babat sapi,
  • rebus matang 350 gram paru,
  • rebus matang 800 ml santan kental dari 2 butir kelapa 2 batang serai,
  • memarkan 3 lembar daun salam 6 lembar daun jeruk 8 biji cengkih 1 biji pala,
  • memarkan 2 cm jahe,
  • memarkan 5 cm batang kayu manis Minyak goreng secukupnya
  • Haluskan : 10 butir bawang merah 6 siung bawah putih, 1 sdt garam dan 1/2 merica bubuk
Pelengkap :
  • 3 buah kentang kukus matang, goreng sebentar, 3 buah tomat segar, 1 batang daun bawang (iris), 2 batang seledri (iris), bawang goreng, emping goreng, kecap manis dan jeruk limau.
Sambal Soto Betawi :
  • rebus : 10 cabe rawit merah, 1 cabai merah besar, 2 siung bawang putih dan 1 sdt garam, haluskan.
Cara memasak Soto Betawi :
  1. Rebus daging sapi bersama serai, salam, daun jeruk, cengkih, pala, jahe dan kayu manis dan air hingga daging setengah matang, angkat daging potong dadu, sisihkan kaldunya.
  2. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, angkat.
  3. Campurkan tumisan bumbu kedalam kaldu dan masukkan kembali potongan daging dan santan, masak hingga daging lunak dan bumbu menyatu, angkat.
  4. Babat dan paru, rebus terpisah hingga lunak, angkat dan sisihkan. Bila akan disajikan goreng dalam minyak panas sebentar dan potong bentuk dadu.
  5. Siapkan mangkuk, tata babat, paru, kuah dan daging, potongan kentang, tomat, taburi irisan daun bawang, daun seledri, bawang goreng, emping, kecap manis, jeruk limau dan sambal. Sajikan hangat.

Minggu, April 24, 2011

Kerak Telor

Apakah anda tau makanan betawi yang namanya kerak telor?
Yang pasti bukan telor gosong yang terus jadi kerak... he.. he.. he
Makanan ini selalu ada di arena Jakarta Fair... dari tahun ke tahun, mulai dari jamannya masih di Monas hingga kini pindah ke Kemayoran.

Makanan ini terbuat dari nasi ketan putih yang diaron (setengah matang) dengan wajan kecil, yang kemudian dicampur dengan telor (bisa telor ayam, tapi pakai telor bebek lebih mantap!) dengan bumbu ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

Cara masaknya juga cukup unik. Ketika kerak telor telah setengah matang maka wajan pemasaknya dibalikkan dan kerak telor dibiarkan langsung terkena panas arang dari anglo sehingga kemudian menjadi sedikit gosong. Mungkin ini yang dinamakan keraknya...

Entah sampai kapan kerak telor ini akan bertahan di tengah derasnya serbuan fast food barat seperti Fried Chiken, Burger, Pizza atau juga japanese food yang kini ada di mana-mana. Bahkan saat ini tampaknya banyak yang lebih bangga menjadi bagian dari kapitalis kuliner barat seperti Burger, Kebab atau japanese food lokal seperti Roku-Roku ketimbang menikmati kuliner lokal seperti kerak telor ini..

jepret-jakarta.blogspot.com

referensi:catatanjakarta.multiply.com

Minggu, November 21, 2010

Gebyar Taman Fatahillah 2010

Gebyar Taman Fatahillah 2010 telah dibuka sejak, 20 Nopember 2010 hingga 12 Desember 2010. Beragam festival dan pergelaran seni mengenang Jakarta tempo dulu digelar.

Diresmikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budiman, acara ini dibuka dengan suara nyaring petasan khas Betawi, disambung dengan sajian tarian khas Betawi dan Barongsai.

Para pengunjung di halaman Museum Fatahillah dihibur dengan penampilan wayang potehi atau wayang tradisional China. Juga, alunan keroncong Tugu nan mahsyur menghibur para pengunjung dengan lagu-lagu khas Betawi, seperti Jali-jali, Hujan Gerimis dan Nonton Bioskop.

Suasana tempo doeloe semakin terasa dengan stan-stan reprentasi Kampung seperti Kampung Tugu dan Kampung Betawi. Di halaman museum, juga terpampang beragam iklan dari jaman dulu.

Seperti iklan kain tenun merek "Gotong Rojong, Tenunan Indonesia Asli, iklan sandal wanita, "Sandal Keng - Kelom Geulis, pilihan Wanita", atau poster film yang dibintangi mendiang Presiden Amerika Ronald Reagan La Terre des Revoltes yang dibintangi Errol Flynn dan Olivia DeHavilland, Raymond Massey, Ronald Reagan, Alan Hale, yang diproduksi Warner Bros.

Gebyar Taman Fatahillah 2010 adalah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Senirupa dan Keramik, Balai Konservasi, dan UPT Kota tua.

Rangkaian Kegiatan Gebyar Taman Fatahillah :
  1. Festival Tempodoeloe
  2. Festival Wayang
  3. Peringatan 300 Tahun Gedung Museum Sejarah Jakarta
  4. Pekan Seni Rupa dan Keramik
  5. Save Our Heritage
  6. Pagelaran Fatahillah
Sumber: Kompas ; www.jakarta.go.id

Senin, April 19, 2010

Ondel-ondel

Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Biasanya wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih, namun dalam banyak pertunjukan yang menghadirkan ondel-ondel saat ini warna dibuat lebih bervariasi.

Bentuk pertunjukan ondel-ondel banyak persamaannya dengan yang terdapat di beberapa daerah lain. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali lebih dikenal dengan nama Barong Landung. Menurut perkiraan jenis pertunjukan itu sudah ada sejak sebelum tersebarnya agama Islam di Pulau Jawa.

Semula ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Dewasa ini ondel-ondel biasanya digunakan untuk menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misainya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun.

Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. Ada yang diiringi Tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Gejen, kampung Setu. Ada yang diiringi gendang pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh (alm), sekarang pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diiringi Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana Ketimpring, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Lamoh, kalideres.

sumber : id.wikipedia.org ; www.tamanismailmarzuki.com

Link:
* Tanjidor
* Wisata Kota Tua Jakarta 
* Palang Pintu (Adat Betawi) Menyambut Pengantin Laki-Laki 

Rabu, April 14, 2010

Wisata Setu Babakan


Setu Babakan adalah danau alam yang luasnya mencapai 32 ha. Situ ini terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ini adalah danau alam yang berada di wilayah kota Jakarta. Keunikan Setu Babakan ini bukan hanya di keindahan danaunya, tetapi juga budaya masyarakat yang tinggal di seputar setu. Pada tahun 2004, bersamaan dengan HUT DKI yang ke-474 daerah ini dicanangkan sebagai cagar Budaya Betawi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Wisata budaya

Saat masuk di kawasan ini langsung terasa bedanya, seolah kembali pada suasana Jakarta di awal tahun 1990-an. Udara semilir dari pepohonan yang rimbun segera menyambut kita. Tampak di depan mata, danau yang terbentang luas, dengan rumah-rumah yang mengelilinginya.

Di salah satu sisi setu ini ada rumah panggung besar yang biasa digunakan mementaskan kegiatan kesenian. Setiap hari Sabtu dan Minggu dipentaskan aneka kesenian khas Betawi seperti tajidor, gambang kromong. Tari Cokek, Tari Topeng, Lenong, Ondel-ondel, juga sering dipentaskan di sini. Artis-artis lenong yang kondang, seperti Bang Bolot, Mandra, Mpok Nori, Ida Royani, pernah bergabung meramaikan pertunjukan di sini.

Lelah menonton pertunjukan kesenian, di sekitar kawasan ini banyak penjual makanan khas Betawi. Antara lain: kerak telor, toge goreng, laksa, gulali, bir pletok, nasi uduk, kue ape dll. Makan kerak telor, tidak perlu menunggu Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, yang setahun sekali. Di Setu Babakan ini kita bisa mencicipinya sepanjang tahun, di akhir pekan. Kita bisa memilih memakai telor ayam atau telor bebek. Jangan lupa juga mencoba bir pletok minuman khas Betawi. Meskipun namanya bir pletok, tapi tidak mengandung alkohol. Bahan dasar minuman ini adalah jahe, serai, daun pandan wangi, yang cocok untuk menghangatkan badan.

Wisata alam

Menikmati keindahan Setu Babakan juga asyik dilakukan. Di hari libur, banyak orang datang ke pinggiran setu, bersama keluarga untuk sekedar duduk-duduk. Kalau mau menyusuri ke tengah danau, dapat perahu bebek (menyewa sepeda air) untuk keliling satu putaran danau. Buat penggemar kegiatan memancing, bisa juga dilakukan di setu ini.

Kalau bosan dengan pemandangan air, kita bisa menyewa delman keliling kawasan Setu Babakan yang luasnya sekitar 165 ha. Makin langkanya delman beroperasi di Jakarta (delman sudah dilarang di Monas), maka naik delman di kawasan ini, mengobati rasa rindu pada angkutan tradisional ini.

Kita bisa keliling kawasan Setu Babakan ini, melihat-lihat pemukiman orang Betawi. Karena kawasan ini adalah cagar budaya Betawi, maka umumnya penduduk adalah orang-orang asli Betawi dengan arsitektur rumah Betawi. Penduduk luar Betawi boleh saja tinggal di sini, tetapi bila membangun/renovasi rumah mesti menyesuaikan dengan arsitektur Betawi.

Yuk, kita jalan-jalan ke Setu Babakan…hati senang, budaya lestari…

 sumber : www.biruvoice.com ; www.thejakartaglobe.com ; pkab.wordpress.com ; mel--hoppus182.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...