Sabtu, September 22, 2012

Waspadai Penipuan Telepon dari Polisi Gadungan

Waspada! Itu mungkin yang perlu kita lakukan saat kita dihubungi oleh seseorang yang tidak kita kenal melalui telpon. Terlebih jika tingkah pembicaraan dari si penelpon dirasa memberi kabar yang tidak biasa, yang memicu untuk panik. Karena bisa jadi itu adalah salah satu modus kejahatan penipuan untuk memperdaya anda sebagai korbannya.

Saya berbagi cerita ini karena pengalaman dari orang dekat yang pernah menjadikorbannya. Dan semoga menjadi pelajaran agar, kita bisa menghindari modus penipuan sejenis ini.

Pada intinya bentuk penipuan yang ingin saya ceritakan adalah penipuan dari sekolompok Polisi Gadungan melaui telpon yang akan "meminta uang sogokan" untuk membebaskan tersangka kejahatan yang seolah-olah orang dekat anda.

Potongan dialog yang saya sadur dari sebuah thread di kaskus.co.id berikut ini  akan menggambarkan modus yang digunakan oleh para aktor polisi gadungan. Pada contoh dialong ini calon korban tidak terpancing dan terhindar dari penipuan tersebut.
Calon korban : Halo... selamat pagi?
Tersangka 
Gadungan : huaaaaa,,,, aku ditangkep polisiiii ,,, huuuuuuhuhuaa,,,,  (menangis)
Penipu ingin menciptakan suasana panik jadi korban ga bisa berpikir dengan jernih. 
Calon korban: Saya bicara dengan siapa ya?
Tersangka
  Gadungan : huaaaaa,,,, aku ditangkep polisiiii ,,, huuuuuuhuhuaa,,,,   (terus menangis dan mengulang kalimat yang masih sama)
Penipu 1 menangis tambah keras gan, tapi tu orang ga ngejawab pertanyaan calon korban
Dalam telpon terdengan suara sirene polisi, dan beberapa suara agak gaduh, mungkin untuk menambah atmosfer panik. Dan Penipu 1  tadi juga masih menangis, kemudian samar2 ada suara dua orang (polisi gadungan) bicara, kurang lebih seperti ini:
Polisi Gadungan 1: Siap Pak,,,,
Polisi Gadungan 2: Tolong ini.....bla..bla..bla.. (ga jelas gan, kaya ngasi perintah gt)
Polisi Gadungan 1: Siap Pak,,,,
Calon korban masih ngulang pertanyaan "Saya bicara dengan siapa?" kepada orang yang nangis tadi, tapi tetap tidak dijawab.
Kemudian Polisi yang ngasi perintah tadi ambil alih telpon nya terus ngobrol dengan calon korban.
Polisi Gadungan 2: Selamat Pagi pak,,,
Calon korban : Selamat Pagi pak,,,
Polisi Gadungan 2: Begini pak, ini harus berurusan dengan polisi, saya harus jelaskan duduk perkaranya,,, saya bicara dengan bapak siapa? (suaranya lantang, agak galak) 
Calon korban : Siapa ya pak namanya yang tadi ketangkep?
Polisi Gadungan 2: Oleh karena itu pak, saya mau jelasin duduk perkara nya! Nama bapak siapa?! (tambah ngeyel...)
Calon korban: Yang tadi ketangkep siapa ya pak?
Polisi Gadungan 2: iya bapak, ini saya harus jelaskan dulu! Nama bapak siapa???
Calon korban: iya pak, siapa tahu ini salah sambung, mungkin aja salah sambung, makanya saya nanya tadi namanya siapa pak?
Polisi Gadungan 2: Makanya itu pak,,, saya harus jelaskan dulu! Nama bapak siapa?!
Calon korban pun menutup telpon 
Dalam telpon tersebut Polisi Gadungan dan Tersangka Gadung mencari cara untuk dapetin identitas anda dan tentunya mencari identitas orang dekat anda untuk dummy. Oleh karena ini jika anda menemui modus seperti ini baiknya anda jangan menjawab pertanyaan identitas anda. Dan yang Terpenting jangan menebak-nebak orang (Tersangka Gadungan) yang sedang menangis tesebut.

Walaupun mungkin anda memang punya saudara atau orang dekat yang punya kebiasaan tidak baik, seperti judi atau narkoba. Namun si penipu kemungkinan hanya mencari Calon Korban yang dihubungi secara acak yang sebenarnya tidak mereka kenal juga.

Bilamana mereka berhasil memperdayai korbannya, mereka akan berusaha "meminta uang sogokan" untuk membebaskan "Saudara Gadungan" anda. Uang sogokan itu akan diminta untuk lakukan segera secara transfer. Dia akan meminta anda untuk tetap online di telepon dan terus membimbing anda ke ATM.

Mereka kemungkinan besar akan minta anda untuk pergi sendiri merahasiakan keadaan tersebut dari orang lain dengan mengatakan "seragam" mereka sebagai "taruhan" dari "kebaikan" untuk menolong saudara/orang dekat yang akan anda bebaskan. Sebenarnya itu adalah cara penipu untuk mengamankan "modus" nya.

Dalam kasus ini, tidak jarang pelaku penipuan meminta anda untuk membacakan saldo tabungan anda di ATM dam berusaha untuk menguras semua isi tabungan anda. Selain itu, kemungkinan mereka juga akan minta untuk diisikan pulsa teleponnya.

1 komentar:

Hendra mengatakan...

wiih..jadi blogger nih....mantap tapi gw pernah tuh jam 12 malem...pertama dia cek dulu tuh nomor nyambung apa kaga...terus di tlpon lagi..langsung nangis suaranya katanya ketangkep polisi razia narkoba..waahahahaha..langsung gw tutup..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...