Rabu, Oktober 31, 2012

Badai Sandy Lumpuhkan New York dan New Jersey

Presiden AS Barack Obama telah menyatakan "bencana besar" di negara bagian New York dan New Jersey setelah badai besar bernama Sandy menerjang wilayah tersebut. Sedikitnya 48 orang tewas, dalam serangan "badai Sandy" di pesisir timur AS tersebut.

Badai Sandy bergerak ke darat Senin malam di kawasan selatan New York dengan angin berkekuatan sepadan dengan topan, dan mengakibatkan banjir parah serta melumpuhkan aliran listrik serta fasilitas lainnya.


Di Manhattan, gelombang badai setinggi empat meter membuat kegiatan yang biasanya ramai di New York berhenti. Sebagian sistem kereta bawah tanah di sana juga tergenang air.

Perdagangan di New York Stock Exchange ditutup Selasa untuk hari kedua berturut-turut, menandai pertama kalinya sejak tahun 1888 perdagangan ditangguhkan selama dua hari berturut-turut karena cuaca. Di tempat lain di New York, sebuah kebakaran besar di wilayah Queens akibat angin kencang telah menghancurkan sedikitnya 50 rumah.

Selasa, Oktober 30, 2012

Kegiatan Jokowi-Basuki Bisa Disaksikan di Youtube


Kegiatan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dapat disaksikan melalui Youtube. Channel / account dengan nama PemprovDKI saat ini sudah terdapat 4.203 subscribers dan sebanyak 980.750 pengunjung telah melihat video-video itu.

Menurut deskripsi, dalam account tersebut berisi Official Video Kegiatan Gubernur dan Wagub Provinsi DKI Jakarta yang disiapkan oleh tim Sie Penyiapan Materi dan Publikasi Diskominfomas DKI.

Sebagaimana dilansir Kompas.com (30-10-2012), Madjid, salah seorang staf humas yang juga sebagai kameramen humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, membenarkan perihal keberadaan account video tersebut. "Iya, benar memang itu asli punya Pemprov DKI," kata Madjid, Selasa (30/10/2012).

Dia mengatakan, account Pemprov DKI itu sudah ada sejak pelantikan Jokowi-Basuki. "Itu memang inisiatifnya Pak Wagub, Mbak," kata Madjid.

Senin, Oktober 29, 2012

Curhat (Dahlan Iskan: Mantan) Direktur Utama PLN (Versi 2.0)

Dahlan Iskan: Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun

detikcom
Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirutnya? Sangat benar. Bahkan angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK harusnya menemukan jauh lebih besar dari itu.

Contohnya ini: Rabu subuh kemarin, saya mencuri waktu sebelum mengikuti acara peresmian pelabuhan kontainer Kariangau Balikpapan oleh Bapak Presiden SBY. Masih ada sedikit waktu untuk saya menyelinap ke Senipah. Jaraknya memang 1,5 jam dari Balikpapan, tapi dengan sedikit ngebut masih akan oke.

Di Senipah sedang dibangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 80 MW. Awalnya, sebelum saya menjabat Dirut PLN, proyek ini menghadapi persoalan birokrasi besar. Saya datang ke Senipah di dekat muara Sungai Mahakam itu. Persoalan selesai. Proyek bisa dibangun.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...