NETRAL - Garuda Di Dadaku (OST film Garuda Di Dadaku)
Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
Indonesia
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang..
Jumat, Desember 24, 2010
Darah Asing Dalam Tim Nasional Saat ini Ternyata Bukan Program Naturalisasi!
Dua pemain berdarah asing dalam squad Tim Nasional yang saat ini tengah naik daun yaitu Irfan Bachdim dan Cristian Gozales, sering disebut oleh media Nasional sebagai pemain hasil dari program naturalisasi yang dijalankan oleh PSSI.
Akan tetapi demikian menurut goal.com mereka bukanlah produk dari program naturalisasi yang dijalankan oleh PSSI. Sampai saat ini belum ada pemain tim Nasional Indonesia yang merupakan hasil naturalisasi. Berikut kutipan dari goal.com (21-12-2010).
BUKAN pemain aturalisasi karena sudah mengantongi paspor Indonesia sejak awal, memilih untuk menjadi WNI ketimbang Belanda pada usia 18 tahun.
BUKAN pemain naturalisasi, karena sudah menetap di Indonesia lebih dari 5 tahun (sejak 2003) dan menjadi WNI atas inisiatif sendiri, didukung Undang-undang No. 12 Tahun 2006.
Hal tersebut diamini oleh Ketua PSSI, Nurdin Halid, sebagaimana dilansir Antara (21-12-2010) Ia menyampaikan bahwa keduanya bukan pemain naturalisasi. Untuk Irfan Bachdim telah mempunyai paspor Indonesia sejak tahun 2006. Untuk Christian Gonzales, menjadi WNI dengan proses yang sama dengan calon WNI yang lain. Pemain kelahiran Uruguay itu membutuhkan waktu lima tahun untuk memastikan statusnya.
Seorang pemain hasil naturalisasi saat ini adalah Kim Jeffry Kurniawan. Namun demikian pemain keturuan Indonesia - Jerman itu belum pasti masuk dalam Timnas, untuk masuk tim Merah Putih karena harus tetap menjalani seleksi yang akan dilakukan pelatih Alfred Riedl mulai 4 Januari 2011 nanti. "Jika kemampuannya tidak sesuai dengan kebutuhan maka tidak bisa masuk timnas. Kim hanya menjadi pemain naturalisasi saja yang artinya hanya menjadi WNI dengan jalur yang cepat karena dinilai memiliki kemampuan lebih dibidang sepak bola," kata Nurdin menambahkan.
Akan tetapi demikian menurut goal.com mereka bukanlah produk dari program naturalisasi yang dijalankan oleh PSSI. Sampai saat ini belum ada pemain tim Nasional Indonesia yang merupakan hasil naturalisasi. Berikut kutipan dari goal.com (21-12-2010).
![]() |
| Irfan Bachdim |
BUKAN pemain aturalisasi karena sudah mengantongi paspor Indonesia sejak awal, memilih untuk menjadi WNI ketimbang Belanda pada usia 18 tahun.
![]() |
| Christian Gonzales |
BUKAN pemain naturalisasi, karena sudah menetap di Indonesia lebih dari 5 tahun (sejak 2003) dan menjadi WNI atas inisiatif sendiri, didukung Undang-undang No. 12 Tahun 2006.
Hal tersebut diamini oleh Ketua PSSI, Nurdin Halid, sebagaimana dilansir Antara (21-12-2010) Ia menyampaikan bahwa keduanya bukan pemain naturalisasi. Untuk Irfan Bachdim telah mempunyai paspor Indonesia sejak tahun 2006. Untuk Christian Gonzales, menjadi WNI dengan proses yang sama dengan calon WNI yang lain. Pemain kelahiran Uruguay itu membutuhkan waktu lima tahun untuk memastikan statusnya.
![]() |
| Kim Jeffry Kurniawan |
Minggu, Desember 19, 2010
Naturalisasi Efektif?
Striker Christian "El Loco" Gonzales alias Mustafa Habibie berhasil membawa tim nasional (Timnas) Indonesia kembali membungkam Filipina sekaligus memastikan Indonesia lolos ke babak final Piala AFF 2010. Aksi heroik pemain "naturalisasi" pada menit ke-43 sontak membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta dan umumnya rakyat Indonesia bergetar. Sekitar 85.000 penonton yang memadati stadion menyambut histeris gol tersebut.
Ini bukan kali pertama pemain "naturalisasi" tersebut melesakkan gol ke gawang lawan main Indonesia dalam Piala AFF 2010. Dua gol yang telah diciptakan sebelumnya, 1 gol saat pertandingan melawan Malaysia 1 Desember 2010 dan 1 gol lainnya saat leg-1 melawan filipina pada 16 Desember 2010. Keadaan ini telah membuat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak semetara saat ini dalam rangkaian Piala AFF 2010.
Indonesia melenggang ke Final, dan El Loco pun menjadi Bintang. Lalu, apakah catatan ini membuktikan bahwa naturalisasi efektif menjadi obat Timnas, tentunya tidak bisa di jawab secara mutlak karena sepakbola merupakan permainan yang membutuhkan teamwork. Bahwa El Loco telah meberi kontribusi adalah hal yang tidak dapat dibantah, namum menyimpulkan pemain "naturalisasi" sebagai resep membetuk timnas, wajarkah?
Terus Berjuang Garuda! Raih Kemenangan.
Gol Christian El Loco Gonzales Indonesia - Filipina (19-12-2010)
Gol Christian El Loco Gonzales Filipina - Indonesia (16-12-2010)
Ini bukan kali pertama pemain "naturalisasi" tersebut melesakkan gol ke gawang lawan main Indonesia dalam Piala AFF 2010. Dua gol yang telah diciptakan sebelumnya, 1 gol saat pertandingan melawan Malaysia 1 Desember 2010 dan 1 gol lainnya saat leg-1 melawan filipina pada 16 Desember 2010. Keadaan ini telah membuat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak semetara saat ini dalam rangkaian Piala AFF 2010.
Indonesia melenggang ke Final, dan El Loco pun menjadi Bintang. Lalu, apakah catatan ini membuktikan bahwa naturalisasi efektif menjadi obat Timnas, tentunya tidak bisa di jawab secara mutlak karena sepakbola merupakan permainan yang membutuhkan teamwork. Bahwa El Loco telah meberi kontribusi adalah hal yang tidak dapat dibantah, namum menyimpulkan pemain "naturalisasi" sebagai resep membetuk timnas, wajarkah?
Terus Berjuang Garuda! Raih Kemenangan.
Gol Christian El Loco Gonzales Indonesia - Filipina (19-12-2010)
Gol Christian El Loco Gonzales Filipina - Indonesia (16-12-2010)
Langganan:
Postingan (Atom)


