Sabtu, Desember 20, 2008

Pelat Nomor Mobil di Jakarta Tiga Huruf (ketinggalan berita)

Setelah lebih dari dari setahun menimba ilmu di kota kembang, ternyata banyak kabar dari Jakarta yang luput oleh saya. Salah satunya adalah tentang diberlakukannya pelat nomor mobil dengan kombinasi tiga huruf. Awalnya saya terkejut ketika makan batagor di daerah Cijantung, melihat sebuah mobil Daihatsu Xenia anyar yang sedang parkir tertempel pelat nomor dengan kombinasi tiga huruf di belakang barisan empat angka. Saya kira ia cuma menempelkan pelat nomor sepeda motor untuk mengelabui mobilnya yang belum mendapatkan pelat secara resmi. Tapi teryata perkiraan tersebut salah. Setelah browse saya mendapatkan berita dari berbagai media yang menyebutkan hal itu telah berlaku sejak bulan September 2008. [1][2][3]
"Ternyata jalan Jakarta sudah semakin padat dengan kendaraan. Pantas saja bila tahun 2014 nanti Jakarta diperkirakan akan macet total!"
Berikut ini data jumlah kendaraan yang berkeliran di Jakarta hingga Juni 2008 dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
  • Mobil penumpang 1.957.225 unit
  • Mobil beban 526.181 unit
  • Bus 318.664 unit
  • Sepeda motor 6.302.616 unit
    Total 9.104.686 unit

Memiliki mobil memang tidak ada yang larang, apa lagi mobil memang diperlukan digunakan untuk perjalanan bersama, seperti dengan keluarga. Tapi kalau sekedar untuk ke kantor secara sendiri mungkin sekarang saatnya kita beralih ke angkutan umum. Supaya jalan di Jakarta tidak terlalu padat, dan aktivitas bisa berjalan lancar.

Yuk Kita dukung dan dorong Pemerintah untuk menyediakan pelayanan angkutan umum yang baik.

Tim Nasional Indonesia U16: Uruguay Project

Untuk menciptakan sejarah baru sepak bola Indonesia.

Sabtu, 20 Desember 2008, pagi itu saya duduk di depan televisi mencari berita tentang tim nasinal Indonesia yang akan berlaga dalam semi final Piala AFF di Thailand sore ini. Mungkin kita tidak dapat berharap banyak setelah sebelumnya, Selasa, 16 Desember 2008 Tim Nasional Indonesia mengalami kekalah 0-1 dari Thailand di Kandang sendiri.



Setelah saya pencet remote saya justru mendapatkan berita sepak bola yang menurut saya mengejutkan. Apa Kabar Indonesia Pagi, di TV One menampilkan diskusi dari sebuah proyek besar besar sepak bola Indonesia, Tim Nasional Indonesia U16: Uruguayan Project. Melaui program ini PSSI menyeleksi 25 pemain usia muda (U16) untuk di bawa berlatih ke Uruguay. Para pemain tersebut baru kembali ke Tanah Air setelah 10 bulan berada di Uruguay, dan direncanakan program tersebut akan terus berlanjut hingga empat tahun ke depan. Dengan tinggi pemain rata-rata 173 cm, saya tentu berharap program ini bisa menciptakan sejarah baru untuk Indonesia. Tim Nasioal Indonesia U16 ditargetkan untuk bisa berbicara pada olimpiade 2012.



Sebagai pencinta sepak bola, tentu saya berharap Indonesia bisa memiliki tim yang bagus dan mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia. Mengharumkan nama negara, menciptakan kebanggaan bagi warga Indonesia.

"Ayo Indonesia!!!! Kita Harus Menang!!!"

Sabtu, Desember 06, 2008

Cap Botol Tea

Teh botol is a popular Indonesian drink produced by the company Sosro. Teh botol literally means 'bottled tea' in Indonesian. It is a sweetened jasmine tea and it is usually served cold. Sosro now also selling the tea on the Tetra Pak packaging.

The factory was the first factory for ready-to-drink tea in glass bottles, not only in Indonesia, but also the world!

Soegiharto Sosrodjojo

The Sosro brand, a well known tea brand in Indonesia, is taken from the Sosrodjojo family name, the owners of the company. They started the business of marketing jasmine tea based in Slawi, a small town in Central Java province, in 1940. The first brand was called Cap Botol (or the bottle sign).

Teh Cap Botol

In 1965 the Cap Botol jasmine tea was first introduced to Jakarta by promoting the product with the marketing name of cicip rasa (or today known marketing name of free samples). During the free tasting promotion, the jasmine tea was brewed on the spot, but the time required for brewing was too long for some of their more impatient customers. To overcome this problem, the promotion staff brewed the tea in the office before going to the promotion location and poured the ready-to-consume jasmine tea into big pots and pans. However, this technique did not solve the problem; the tea in large pots and pans spilled over on the way before they reached the location.

Teh Botol Sosro

Another solution was found by placing the brewed jasmine tea in clean used glass bottles, which were normally used for packing soda, soy sauce and other products. It was successful and gave birth of the teh botol (or tea in a bottle) brand name in 1969. The official name was Teh Botol Sosro.

The first bottles were introduced in 1970. In 1972, they re-designed the bottles. In 1974, with the establishment of PT. Sinar Sosro (a company producing the Teh Botol Sosro) in Ujung Menteng (part of Bekasi at that time), they re-designed again the bottle which remains until today.

Minumnya? Teh Botol Sosro!

Today Teh Botol can be found in almost anywhere in Indonesia, including street stalls. It is become favorite for most Indonesia people.

Teh Botol so popular whith their commercial (advertisement) slogans on television :

"Apa pun makanannya Minumnya Teh Botol Sosro"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...