Jumat, Maret 18, 2011

Info BBM Penutupan Jalan Casablanca Cuma Hoax

Kabar yang beredar melalui BlackBerry Messenger (BBM) bahwa kawasan Casablanca (Jl Dr Satrio), Jakarta Selatan, akan ditutup selama satu bulan, mulai dari fly over Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan underpass Casablanca dekat Kedutaan Besar Malaysia ternyata hanya hoax.

Penutupan jalan karena pembangunan jalan layang non-tol Tanah Abang-Kampung Melayu memang akan dilakukan, namun bukan di jalan utama. Yang ditutup yakni, antara jalan di samping fly over Sudirman dan Gedung Metropolitan sepanjang 70 meter. Penutupan dimulai tanggal 25 Maret selama 3 bulan. Pada 22 Maret, Dinas PU DKI akan mulai memasang rambu dan penunjuk arah sebagai sosialisasi.

Dilansir oleh detikNews (17/03/2011), akibat penutupan tersebut, akan disediakan jalan alternatif yang sudah dikoordinasikan dengan Polda Metro Jaya dan Dishub DKI. Jalan alternatifnya sebagai berikut:

1. Lewat Jalan Setiabudi ke arah Karet Pedurenan lalu bisa keluar di fly over Sudirman.

2. Dari Jalan Sudirman lurus hingga keluar fly over di dekat gedung Sampoerna Strategic Square, lalu belok ke kiri hingga mengelilingi Sampoerna dan tembus ke Jalan Satrio arah Tanah Abang.

3. Terus ke Semanggi dan ke Jalan Gatot Subroto bagi yang ingin ke Pancoran.

Jumat, Maret 11, 2011

Nerobos Lampu Merah! Awas DIjepret ELE!

kamera ELE
Tingginya jumlah kendaraan di Jakarta membuat Ditlantas Polda Metro Jaya harus bekerja eksta untuk mengawasi setiap ketertiban lalu lintas diberbagai titik di Jabodetabek. Untuk mengurangi beban kerja yang diembannya, saat ini Polda Metro Jaya telah mengujicobakan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang menggunakan bantuan kamera sistim ELE (Electronic Law Enforcement).

ELE (yang juga diperkenalkan dengan sebutan E-TLE : Electronic-Traffic Law Enforcement) adalah sistem yang memanfaatkan kamera dan chip khusus untuk menangkap secara digital setiap nomor polisi kendaraan yang melanggar lalu lintas. Kamera tersebut mampu memotret dan merekam saat kendaraan melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam. ELE ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi sensor. Jadi pelaksanaan ELE ini sepenuhnya bersifat automatic, tanpa perlu menggunakan operator lagi. Bila sensor mendeteksi pelanggaran, maka kamera lansung mengambil gambar, kemudian secara electronic data akan dikirim otomatis ke TMC Polda Metro Jaya untuk segera mengeluarkan surat tilang / denda yang akan kirim dan ditagih kepada pemilik kendaraan.

sensor ELE
Berdasar sistem yang akan diterapkan, barang bukti yang direkam adalah pelat nomornya. Dari situ akan terdeteksi nama pemilik, alamat pemilik, merek, tipe dan tahun pembuatan kendaraan serta kesalahan dan dendanya (sesuai dengan UULLAJ no. 22/2009).

Untuk sementara kamera tersebut diujicobakan di Jalan MH Thamrin tepatnya di perempatan Traffic Light Sarinah, Jakarta pusat dari arah Monas menuju ke Bundaran HI.

Diharapkan ketertiban masyarakat pengguna jalan nantinya meningkat pasca pengoperasian sistim kamera ELE tersebut.

lewat garis berhenti, siap-siap dijepret
SOP E-Law Enforcement:
  1. Lampu merah menyala
  2. Kendaraan masuk ke yellow box
  3. Kamera mengambil foto kendaraan
  4. Kamera mengirim foto kendaraan ke Server di TMC melalui fiber optik
  5. Otomatis muncul foto kendaraan yang melanggar di layar komputer pos polisi terdekat
  6. Petugas menghentikan kendaraan
  7. Petugas membawa pengemudi ke pos polisi
  8. Petugas menunjukan hasil cetak bukti pelanggaran marka
  9. Petugas melakukan tindakan hukum dengan tilang

Sumber : Polda Metro Jaya ; areamagz.com ; areamagz.com ; matanews.com

Senin, Februari 28, 2011

Apakah google.co.id 'benci' SBY (dan Roy Suryo)?

Bukalah mesin pencarian Google Indonesia, (google.co.id ) dan masukan kata kunci 'kebaikan sby' untuk pencarian (searching). Hasil pencarian sekitar pukul 01.15 WIB, Senin (28/02/2011), Google memberikan saran kata kunci (keywords) pencarian yang sepertinya cukup 'aneh'.

Saran aneh yang muncul di bawah kotak pencarian google adalah : “Mungkin maksud Anda adalah: keburukan sby”.

klik gambar untuk perbesar

Pengalaman dalam pencarian biasanya "Mbah Google" memberikan saran yang relevan seperti kata-kata yang mirip penulisan hurufnya atau koreksi atas kesalahan ketik, tapi entah mengapa khusus untuk mencari “kebaikan SBY”, Google memberikan saran aneh, yaitu antonim (lawan kata) yakni “keburukan”.


Hal ini sekarang heboh menjadi hot thread sebuah forum diskusi terbesar di Indonesia, kaskus.us. Dalam forum tersebut ada yang menyatakan hal tersebut dikarenakan setting dari Google Indonesia yang memberlakukan antonim. Dia juga menampilkan screenshot pencarian dengan kata kunci 'kebaikan roy suryo' dan mendapatkan saran pencarian yang sejenis.

klik gambar untuk perbesar

Namun penasaran berlanjut ketika mencoba searching dengan kata kunci 'kebaikan soeharto' dan 'kebaikan soekarno' tidak diperoleh saran seperti di atas. Hanya saya ketika searching dengan kata kunci 'kebaikan suharto' (dengan ejaan baru) Google langsung mengoreksi hasil pencarian dengan 'kebaikan soeharto' (dengan ejaan lama), begitu pula ketika searching dengan kata kunci 'kebaikan sukarno'.

Lalu apakah hal ini nyiratkan bahwa google.co.id 'benci' SBY (dan Roy Suryo)?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...