Minggu, Juli 19, 2009

Pesta Blogger 2009 Diluncurkan



Pesta Blogger merupakan ajang temu blogger berskala nasional di Indonesia. Pesta Blogger pertama kali digelar tanggal 27 Oktober 2007, sebagai saranan untuk menyediakan forum bagi para blogger di Indonesia untuk bertemu muka langsung, bertukar informasi, berdiskusi, serta memperluas jaringa. Pada penyelenggaraan pertama pesta blogger itu, Menteri Menkominfo Muhammad Nuh menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Pesta Blogger pertama pada tahun 2007 mengusung tema "Suara Baru Indonesia", tercatat sekitar 500 blogger berpartisipasi dalam Pesta Blogger 2007. Selanjutnya Pesta Blogger ke 2 tahun 2008 yang digelar pada tanggal 22 November 2008 mengusung tema "Blogging for Society", jumlah blogger yang berpartisipasi pada Pesta Blogger tahun 2008 meningkat,tercatat sekitar 1,000 blogger berpartisipasi dalam Pesta Blogger 2008.

Tahun ini Pesta Blogger direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2009 mendatang dengan mengusung tema "One Spirit One Nation". Panitia Pesta Blogger juga merancang rangkaian Blogshops (blogging workshops) di berbagai kota di Indonesia, dan mengadakan ajang Pesta Blogger regional dengan skala yang lebih kecil sebelum acara puncak di Jakarta.

Jumat, Juli 17, 2009

Microsoft akan menyediakan Office versi online secara gratis

Pada hari Senin lalu (13 Juli 2009), Microsoft mengatakan akan menawarkan versi gratis dari software Office yang akan berjalan secara online dengan menggunakan browser internet. Mungkin ini adalah salah satu upaya untuk menahan dominasi Google yang sebelumnya telah lebih dahulu merilis Google Docs sebagai software Office yang berjalan secara online.

Microsoft belum menyebutkan nama apa yang akan digunakan untuk program office verso online tersebut, meskipun Microsoft office versi online (web-based version) tersebut telah direncanakan akan tersedia pa tahun 2010 mendatang.

source: LA Times

Kamis, Juli 16, 2009

Proses Pembuatan Keputusan (Kasus: Pemilihan Moda)

Dalam proses pengambilan keputusan (decision-making process) selalu ada informasi yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, dimana selanjut dengan menggunakan kaidah yang berlaku pada pelaku pengambil keputusan maka dihasilkan keputusan tersebut. Diagram proses pengambilan keputusan tersebut digambarkan oleh Tasrif (2006) sebagai berikut.

Lebih lanjut, dari keputusan yang diambil juga sering kali dapat mengubah informasi serta kaidah yang menjadi dasar dalam pembuatan keputusan selanjutnya denang proses yang disebut juga dengan umpan balik (feedback). Dengan demikian konsep proses pembuatan keputusan dengan feedback dapat digambarkan sebagai berikut.


Salah satu contoh proses pembuatan keputusan adalah dalam konteks pemilihan moda (sarana) untuk perjalanan. Dengan menggunakan pengelompokan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda sebagaimana yang dijelaskan oleh Tamin (2000), maka diagram tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Dalam pengembangan konsep tersebut, Soleh (2009) memberikan gambaran yang lebih detail mengenai proses pembuatan keputusan memilih moda sebagaimana dapat dilihat sebagaimana diagram pada gambar di bawah ini.

Diperlihatkan pada diagram tersebut bahwa ada dua informasi yang diterima oleh seseorang ketika melakukan perjalanan. Pertama adalah ―Informasi awal di mana informasi ini telah diketahui sejak perjalanan itu "akan" dilakukan. Informasi ini umumnya diperoleh berdasarkan pengalaman perjalanan yang dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya. Kedua adalah ―Informasi aktual yang baru diperoleh "ketika" perjalan itu tengah dilakukan. Informasi aktual tersebut selanjutnya akan menjadi informasi awal ketika perjalanan berikutnya akan dilakukan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh maka sesuai dengan kaidah yang berlaku pada seseorang, proses pengambilan keputusan tersebut berlajut hingga ditentukannya keputusan pilihan moda.

Kaidah dalam pemilihan moda terbentuk oleh pemahaman dan persepsi mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi perjalanannya. Dengan pemahaman dan persepsi yang berlaku maka dampak dari pilihan-pilihan moda yang tersedia dapat diperkirakan, sehingga selanjutnya menjadi pertimbangan-pertimbangan dalam mengevaluasi pemilihan moda.

Tentunya dari setiap keputusan yang diambil selalu ada dampak yang dihasilkannya, baik negatif maupun positif. Dalam hal ini dampak tersebut selanjutnya menjadi feedback yang dapat sewaktu-waktu mempengaruhi kondisi aktual dan diserap sebagai informasi, serta mengubah kaidah pemilihan moda yang berlaku pada seseorang. Setiap orang bisa menilai dan memberikan respon yang berbeda dalam menanggapi feedback.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...