Kamis, Februari 17, 2011
Ada Apa Indonesia?
Beberapa waktu belakangan ini Indonesia tak henti-hentinya mendapatkan berbagai masalah yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Perusakan tempat ibadah, kekerasan mengatasnamakan agama, kasus-kasus megakorupsi yang tidak kunjung reda, tawuran antarwarga, serta kasus lainnya. Tokoh Katolik dan budayawan Prof Franz Magnis Suseno, yang juga memiliki panggilan akrab Romo Magnis menyampaikan bahwa semua itu membuat siapapun warga negara ini bertanya, ada Apa sebenarnya dengan bangsa Indonesia?
Sebagaimana dilansir Antaranews (17-02-2011), hal tersebut disampaikan Prof Franz Magnis Suseno dalam ceramah budaya bertema Isu-isu Kebudayaan Indonesia Mutakhir di Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Kampus UI Depok, Kamis (17/2/2011). Acara tersebut digelar oleh Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) FIB UI bekerja sama dengan Departemen Kewilayahan FIB UI.
Benarkah kebudayaan bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis? Apa yang terjadi dengan kebudayaan kita sekarang? Apakah benar bangsa Indonesia gagap menghadapi globalisasi sehingga lari dengan cara merusak diri sendiri?
"Selama ini rakyat Indonesia diajarkan menjadi bangsa yang ramah, lemah lembut, penuh toleransi, moderat, serta sejumlah jargon-jargon indah lainnya yang kini terasa bertolak belakang dengan kenyataan sekarang," ujar Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara tersebut.
Rabu, Februari 16, 2011
Tingkatkan Daya Saing, Dukung Produk Lokal!
Pasar Domestik Bisa "Digerus" Produk Impor
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Sjamsul Arifin mengingatkan jika daya saing tidak ditingkatkan, pasar domestik kemungkinan akan termarjinalisasi oleh produk impor.
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Sjamsul Arifin mengingatkan jika daya saing tidak ditingkatkan, pasar domestik kemungkinan akan termarjinalisasi oleh produk impor."Apabila daya saing Indonesia tidak ditingkatkan maka liberalisasi dalam skema Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA -ed.) akan mengakibatkan Indonesia semakin tidak kompetitif di pasar regional dan global serta kemungkinan juga akan termarjinalisasi oleh produk impor di pasar domestik," kata Pengajar Program Pascasarjana FEUI ini dalam seminar menyonsong MEA 2015 di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, kemampuan untuk memanfaatkan peluang dalam MEA tergantung pada kesiapan yang diukur dari daya saing.
Sjamsul yang juga menjadi penasehat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional mengatakan, daya saing Indonesia baik secara keseluruhan maupun sektoral ternyata berada pada tingkat keempat dibanding dengan negara ASEAN lain.
"Kondisi ini tidak sejalan dengan posisi Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN," katanya.
Jika daya saing tidak ditingkatkan maka liberalisasi akan mengakibatkan Indonesia semakin tidak kompetitif serta kemungkinan akan termarjinalisasi produk impor.
Menurut dia, rekomendasi yang diberikan menyangkut strategi meningkatkan daya saing nasional dengan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Selain itu memanfaatkan keunggulan yang dimiliki, menjadi follower pada bidang-bidang yang kurang kompetitif, dan membuka peluang baru pada bidang bisnis tertentu atau membidik segmen tertentu.
Menurut dia, dari sisi pemerintah, strategi yang dapat ditempuh adalah menyusun prioritas kebijakan yang diarahkan secara bertahap untuk meningkatkan kualitas basic requirement, meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi.
Selain itu pemerintah sebagai pemilik BUMN juga perlu mengoptimalkan daya saingnya.
"Liberalisasi dalam rangka realisasi MEA berarti akan semakin banyak barang dan jasa serta investasi ke dalam negeri. Dunia usaha perlu memanfaatkan peluang dan bersiap menghadapi tantangan baru," kata Sjamsul.
sumber: antaranews
Garuda : Logo Sea Games Ke-26 Th. 2011 (Jakarta & Palembang)
Sebulan yang lalu, Sabtu, 15 Januri 2011, Logo SEA Games 2011 secara resmi diluncurkan pada acara 300 Hari Jelang SEA Games XXVI. Untuk kali keempat Indonesia terpilih sebagai tuan rumah ajang olahraga SEA Games. Multieven dua tahunan ini akan digelar di dua tempat, yakni Palembang dan Jakarta mulai 11 November 2011 nanti.
Panitia pelaksana telah memilih gambar burung garuda sebagai logo SEA Games 2011. Tiga warna yang mendominasi pada gambar tersebut, yakni biru, hijau, dan merah masing-masing punya makna tersendiri.
Biru menggambarkan lautan nusantara yang menyatukan segala perbedaan. Hijau menandai banyaknya gugusan pulau, hutan, dan gunung yang menyelaraskan. Sedangkan merah merupakan simbol bagi semangat membara untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Acara peluncuran yang digelar di Theater Indonesia Airuku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI, Rita Subowo. Hadir juga Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Nurdin. Peluncuran logo SEA Games 2011 juga diisi dengan aksi sederet artis papan atas, seperti Afgan, Project Pop, dan Marcell Siahaan. Selain itu, penonton juga dihibur aksi dancer dan pesulap Dedy Corbuzier.
Palembang akan menjadi tuan rumah SEA Games ketiga yang bukan merupakan ibukota negara setelah Chiang Mai, dan Nakhon Ratchasima, Thailand. Rencananya, SEA Games ke-26 Tahun 2011 Palembang Jakarta ini akan dibuka pada 11 November 2011 di Sungai Musi dengan Jembatan Ampera sebagai Land Marknya.
SEA Games 2011 akan mempertandingkan 44 cabang olahraga. Cabang-cabang olagraga ini dibagi dalam jumlah yang sama pada kedua daerah. Masing-masing Jakarta 22 cabang olah raga dan Palembang 22 cabang olah raga.
Panitia pelaksana telah memilih gambar burung garuda sebagai logo SEA Games 2011. Tiga warna yang mendominasi pada gambar tersebut, yakni biru, hijau, dan merah masing-masing punya makna tersendiri.
Biru menggambarkan lautan nusantara yang menyatukan segala perbedaan. Hijau menandai banyaknya gugusan pulau, hutan, dan gunung yang menyelaraskan. Sedangkan merah merupakan simbol bagi semangat membara untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Acara peluncuran yang digelar di Theater Indonesia Airuku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI, Rita Subowo. Hadir juga Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Nurdin. Peluncuran logo SEA Games 2011 juga diisi dengan aksi sederet artis papan atas, seperti Afgan, Project Pop, dan Marcell Siahaan. Selain itu, penonton juga dihibur aksi dancer dan pesulap Dedy Corbuzier.
Palembang akan menjadi tuan rumah SEA Games ketiga yang bukan merupakan ibukota negara setelah Chiang Mai, dan Nakhon Ratchasima, Thailand. Rencananya, SEA Games ke-26 Tahun 2011 Palembang Jakarta ini akan dibuka pada 11 November 2011 di Sungai Musi dengan Jembatan Ampera sebagai Land Marknya.
SEA Games 2011 akan mempertandingkan 44 cabang olahraga. Cabang-cabang olagraga ini dibagi dalam jumlah yang sama pada kedua daerah. Masing-masing Jakarta 22 cabang olah raga dan Palembang 22 cabang olah raga.
sumber: VIVAnews ; ariefz45.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)

