Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 01, 2012

Tantangan Program 1000 Busway Jokowi-Ahok

facebook.com/BuswayTransJakarta
Download: Tantangan Program 1000 Busway Jokowi-Ahok
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Dalam kesempatan kampanye  Pilkada Provinsi DKI Jakarta,  Jokowi-Ahok  yang  mencalonkan diri sebagai  Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2012  - 2017, pernah menjanjikan penambahan 1000 armada busway  Trans-Jakarta sebagai salah satu cara untuk menanggulangi kemacetan yang tejadi di Jakarta.

Meskipun busway  dilihat sebagai peluang terbaik yang dimiliki Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya memecahkan permasalahan transportasi di kota ini. Namun permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi pada kenyataan masih cukup besar dan ada pula yang memerlukan campur tangan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya. Permasalahan  besar tersebut diantaranya dalam hal penyediaan bahan bakar (BBG), pengaturan lalu lintas dan penyediaan anggaran serta pengadaan armada itu sendiri.

Kamis, Oktober 25, 2012

Surat Untuk Pakde Jokowi dan Koh Ahok


Muhammad Ramadhani dan delapan orang lainnya adalah pemenang lomba menulis "Surat Untuk Jokowi" yang diselenggarakan oleh JASMEV (“Jokowi-Ahok Social Media Volunteers”) yaitu para relawan yang mendukung kampanye Jokowi-Ahok di media sosial .

Dilansir oleh VIVAnews, Rama, mengaku kagum dengan sosok Joko Widodo yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, walau berasal dari desa, Jokowi termasuk berpikiran modern. Bagi Rama, Jokowi adalah salah satu inspirator.

Rama menggunakan gaya bahasa santai dalam surat itu. Rama menyebut dirinya dengan gw (gue) --bahasa pergaulan untuk "aku" atau "saya" di Jakarta dan memanggil Joko Widodo dengan sebutan Pakde Jokowi. Sementara, Basuki dia panggil dengan sebutan Koh Ahok.

Dalam surat itu Rama berkeluh kesah, dia minta Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memperhatikan pembangunan tidak hanya di tengah kota, tetapi juga di daerah pinggiran Jakarta, khususnya masalah transportasi dan penghijauan.

Berikut isi lengkap surat Rama untuk Jokowi itu:

Sabtu, September 29, 2012

Janji-Janji Jokowi Untuk Jakarta

(Jejak)

Hari ini pasangan Jokowi-Ahok ditetapkan KPU DKI sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta, dan bila tidak ada gugatan terhadap putusan tersebut, maka pada hari Minggu 7 Oktober 2012 mendatang pasangan tersebut akan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2012-2017.

Kembali meninjau masa kampanye menjelang putaran pertama dan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, seperti halnya calon pasangan lainnya, Jokowi-Ahok memaparkan "janji-janji" yang akan dilaksanakan jika mereka terpilih.

Secara pribadi, bagi saya "janji-janji" tersebut tidak sepenuhnya harga mati, karena itu masih dalam ranah rencana atau bahkan bisa dikatakan baru wacana. Namun perubahan Jakarta yang lebih baik, aman dan nyaman dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat itulah prinsip terhadap tujuan yang harus diwujudkan oleh Jokowi - Ahok dalam memimpin kota Jakarta.

Sebagaimana diberitakan Gatra (20-09-2012), berikut ini adalah janji-janji yang sudah mereka lontarkan di beberapa kesempatan:

Kamis, September 27, 2012

Rekapitulasi Perhitungan KPU DKI: Jokowi 53,82% v.s. Foke 46,17%

KPU DKI Jakarta di enam wilayah sudah selesai melakukan penghitungan hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta dari 2 pasangan calon Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Jokowi-Ahok, dari arsip berita detikcom di 6 wilayah penghitungan KPU DKI meraup suara 2.472.130 suara. Sedangkan Foke-Nara meraih 2.120.815 suara. Jumlah suara sah 4.592.945. Dengan demikian jika dipersentasekan maka Jokowi-Ahok meraih 53,82 persen suara dan Foke-Nara meraih 46,17 persen suara.

Berikut ini adalah rinciannya:

Berharap Puskesmas Lebih Dekat dan Siaga

Sebelumnya saya pernah menulis artikel yang berjudul "Puskesmas Ada Di Mana Ya?" yang mengulas pengalaman seorang blogger dengan nama beken PNS Gila yang berobat ke puskesmas menuruti saran bokap & nyokapnya.

Dan saat ini saya hanya menegaskan harapan yang juga sempat saya singgung pada artikel tersebut, yaitu "berharap puskesmas lebih dekat" namun demikian saait saya menambahkan kata "siaga" untuk melengkapinya.

Kali ini kembali menulis topik ini, tergerak oleh ungkapan "janji" pada kampanye yang dilancarkan oleh pemenang Pilkada Gubernur Provinsi DKI Jakarta (sementara berdasarkan hasil Quick-Count) Jokowi - Ahok. Yaitu pelayanan kesehatan untuk masyarakat.



Rencana itu sangat baik, namun rasanya tidak ada salahnya bila ada penambahan sumbangan pemikiran agar nantinya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih optimal.

Sudah sama-sama kita ketahui kalau Jakarta adalah kota yang sangat padat penduduk, hal tersebutlah yang mendasari pemikiran harapan saya akan perlunya ketersediaan layanan kesehatan masyarakat atau yang dimaksud dalam hal ini adalah Puskesmas yang lebih dekat.

Harapan ini bukan tanpa alasan. Layanan yang lebih dekat ini dimaksudkan tidak sekedar untuk menyediakan pada lokasi yang lebih terjangkau, namun dengan layanan yang lebih dekat berarti menambah jumlah Puskesmas dan akan secara langsung menambah kapasitas layanan kepada penduduk Jakarta yang begitu banyak. Jika saat ini setiap kecamatan memiliki satu atau dua puskesmas, harapannya pada setiap kelurahan minimal memiliki satu puskesmas untuk melayani masyarakat.

Dan yang dimaksud dalam hal pelayanan Siaga, dalam hal ini adalah meningkatkan mutu layanan dan bila diperlukan menambah jam layanan hingga malam hari atau pada tempat-tempat tertentu mungkin bisa 24 jam. Karena kita tahu bahwa datangnya sakit tentu tidak pernah direncanakan, dan bilamana tersedianya Puskesmas yang Siaga, untuk penyakit atau keluhan kesehatan pada tingkatan tertentu masih ditangani secara lebih cepat pada lokasi yang dekat.

Minggu, September 23, 2012

"Petahana" : Kosa Kata Baru Bahasa Indonesia?

Sebelumnya mohon maaf jika artikel saya kali ini mungkin kurang penting, atau mungkin tidak penting sama sekali. :)

Saya sekedar ingin berbagi pengalaman, masa Pemilihan Gubernur Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta 2012-2017 yang baru lalu lalu, ternyata telah memperkaya perbendaharaan kosa kata bahasa Indonesia yang saya ketahui saat ini.

Dalam beberapa artikel yang saya baca terkait dengan Pilkada DKI beberapa kali saya menemukan kata yang tidak saya mengerti yaitu "petahana". Entah mengapa saat itu saya tidak langsung mencari tahu, meskipun saya benar-benar tidak tahu artinya dan tidak terpikir untuk mencari tahu.

Jumat, September 21, 2012

Sportifitas Demokrasi Fauzi Bowo, Jokowi dan Warga DKI Jakarta


Sikap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyikapi hasil hitung cepat pemilu kepala daerah putaran II DKI Jakarta dapat dijadikan pelajaran berharga bagi para aktor politik Indonesia.

Calon incumbent Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo langsung memberi ucapan selamat kepada Joko Widodo menyikapi hasil hitung cepat (quick count)  Pemilukada DKI Jakarta putaran II sejumlah lembaga survei yang menempatkan pasangan Jokowi-Basuki unggul di kisaran 53 persen. "Betul, pada saat quick count sudah mendekati 90 persen, saya menyampaikan selamat ke calon nomor urut tiga," kata pria berkumis yang akrab disapa Foke, di Media Centre Foke-Nara, Menteng, Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Kamis, September 20, 2012

Quick Count Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua

Sejumlah lembaga survei sejak sore tadi sudah merilis hasil akhir hitung cepat Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Angka persentase hasil quick count memang tidak sama persis, mungkin karena mereka menggunakan metoda dan jumlah sampel yang berbeda-beda.

Namun demikian, hasilnya semua lembaga tersebut memberikan kesimpulan sama, yaitu pasangan nomor ururt 3 Joko Widodo (Jokowi) - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungguli pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo (Foke) jdengan Nachrowi Ramli (Nara).

Hitung cepat ini digelar real time dari sejumlah TPS di Jakarta. Sebagian ada yang disiarkan langsung melalui televisi, sebagian lagi merilisnya dengan media lainnya.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei Pilkada Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang digelar hari ini 20 September 2012 dikutip dari detikNews:

Selasa, September 18, 2012

Pilkada DKI Putaran 2: 20 September 2012 Diliburkan


Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur putaran kedua, 20 September 2012 sebagai hari libur. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No 108 Tahun 2012 tentang hari libur dalam pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta putaran kedua. Sebelumnya, KPU DKI Jakarta juga menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara pilgub putaran kedua sebagai hari libur sesuai dengan Kepmendagri No 270-614 Tahun 2012 tertanggal 6 September 2012.

Senin, September 17, 2012

Warga Jakarta, Jangan Lupa Tanggal 20 September 2012 Datang ke TPS

Pemilukada DKI Jakarta 11 Juli 2012 lalu masih belum bisa menentukan siapa yang akan memimpin kota Jakarta untuk periode tahun 2012 sampai dengan 2017.

Hasil yang lalu belum ada pasangan yang mendapat suara lebih dari 50% pemilih, maka kepada dua pasangan calon teratas perlu dilakukan Pilkada putaran kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2012. Dua pasangan tersebut yaitu pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo (Foke) dengan Nachrowi Ramli (Nara) atau pasangan nomor urut 3 Joko Widodo (Jokowi) dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pada tanggal 20 September 2012 nanti mari kita ke TPS untuk memilih dan menentukan...

Selasa, Juli 10, 2012

Amanah Dari Warga Jakarta

Besok adalah hari Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta (Pilkada) untuk masa bakti tahun 2012 sampai dengan 2017.

Melakukan pencoblosan surat suara mungkin memang mudah dan hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat. Tinggal datang ke TPS, ambil surat suara, coblos, masukkan ke kotak, selesai...!

Namun memilih siapa yang tepat untuk dicoblos dan menjadi Gubernur yang akan memimpin Jakarta, mungkin bisa menjadi hal sulit untuk kita.

Tidak semua warga mengenal masing-masing Cagub, bila pun mereka mengenalnya mungkin hanya dari media, bertemu hanya pada saat kampanye, atau mungkin tidak mengenalnya sama sekali.

Sebagai warga Jakarta, saya tentunya berharap agar pemimpin kota ini mampu memperbaiki kehidupan masyarakat Jakarta.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...