Rabu, Desember 10, 2014
Sebelum Memulai Belajar, Berdoa di Sekolah Gue Dulu Tuh.. Begini...
Siap...!
Berdoa...!
(siswa berdoa sesuai agama masing-masing)
Selesai...!
Beri Salam...!"
(siswa/siswi besama-sama mengucap salam kepada guru "Selamat pagi Bu/Pak Guru...!)
Begitu simpel... Gak ada yang aneh-aneh... Ga ada yang perlu dipermasalahkan...
What's wrong with it?
Kamis, Mei 29, 2014
Video Inspiratif "Indonesia Mengajar"
Video pertama menjelaskan tentang konsep dari Gerakan Indonesia Mengajar, dan video kedua menceritakan pengalaman seorang yang menjalankan pengabdiannya sebagai Pengajar Muda.
Meski telah diunggah beberapa tahun lalu, semoga tidak ada istilah 'basi' ataupun kata terlambat untuk sharing hal yang baik bagi bangsa ini.
This is a Graphic Recording of that talk.
To see original talk, go to http://www.youtube.com/watch?v=LBgWsBkjsXQ
Sekilas tentang Indonesia Mengajar (dari id.wikipedia) :
Indonesia Mengajar (IM) merupakan sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun. Penggagasnya, Anies Baswedan memulai gerakan Indonesia Mengajar pada tahun 2009 untuk menjadi lebih dari sekadar program, tetapi sebagai gerakan untuk mengajak bersama masyarakat yang berikhtiar untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai wujud upaya melunasi janji kemerdekaan.
Meyakini bahwa pendidikan dasar adalah fondasi pembangunan masyarakat Indonesia, maka Indonesia Mengajar (IM) percaya bahwa pendidikan dasar untuk anak-anak di seluruh pelosok Indonesia wajib disampaikan dan didampingi oleh generasi terbaik bangsa. Didasari juga oleh janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka IM mengambil inisiatif untuk mendampingi sekolah dasar–sekolah dasar di berbagai pelosok Indonesia dengan merekrut, membekali, dan menempatkan sarjana-sarjana terbaik bangsa yang memiliki semangat mengabdi untuk mengajar di sebuah SD selama satu tahun. Para pemuda yang dikirim sebagai guru sekolah dasar (SD) ke daerah disebut sebagai Pengajar Muda.
Minggu, Desember 08, 2013
Kemampuan Matematika & Sains Anak Indonesia Terlemah Kedua dari 65 Negara
Jangan Bangga dulu! Gelar tersebut kemungkinan hanya "anomali" dari anak yang dimiliki oleh segelintir anak Indonesia yang diberi kelebihan oleh Tuhan. Namun kemapuan matematika dan sain anak indonesia secara umum bisa jadi sangatlah lemah.
Indonesia berada di peringkat dua dari bawah untuk skor matematika dalam survei Progamme for International Student Assessment (PISA) 2012 yang baru dirilis awal Desember ini.
PISA merupakan sistem penilaian internasional yang menitikberatkan pada kemampuan anak usia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika dan sains.
Dari 65 negara yang masuk survei PISA, Indonesia menduduki peringkat ke 64, satu tingkat di atas Peru.
The Guardian menjelaskan secara rinci nilai yang diperoleh di masing-masing bidang: Indonesia memperoleh skor 375 di bidang matematika, 396 soal bidang membaca, dan 382 untuk sains, dari skor rata-rata internasional (500).
Senin, November 25, 2013
Jasamu Guru
Kita jadi tahu beraneka macam ilmu karena siapa...
Kita jadi pintar dibimbing pak guru kita bisa pandai dibimbing bu guru...
Guru bak pelita, penerang dalam gulita Jasamu tiada tara...
Selamat Hari Guru, 25 November 2013
Senin, Maret 04, 2013
Bahasa Indonesia Lebih Unggul sebagai Bahasa Pengantar di Sekolah
Pendapat ini dikemukakan oleh psikolog sekaligus pemerhati pendidikan dari Belanda, Annie Makkink pada kunjungannya ke Kantor Kemdikbud, Jakarta, Senin (25/02/2013).
Annie mengatakan, banyak kata yang dibentuk dalam bahasa Indonesia berasal dari sebuah kata dasar, yang diberi awalan dan/atau akhiran. Jika seseorang telah mengenal beberapa kata dasar maka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Penulisan dalam bahasa Indonesia mempunyai struktur yang sangat jelas. Setiap huruf mempunyai bunyi tersendiri. Apa yang ditulis itulah yang diucapkan,” kata lulusan jurusan psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini.
Selasa, September 18, 2012
Mohammad Mahfud MD: Pendidikan Indonesia Hanya Tajamkan Otak
Di depan 4.233 mahasiswa baru program strata dua (S2), strata tiga (S3), dan spesialis, Mahfud menyatakan, kebijakan pendidikan saat ini bukan mencerdaskan masyarakat, tetapi hanya membuat orang menjadi pandai.
Jumat, September 14, 2012
Cegah Tawuran Dengan Silaturah Antar Pelajar
Entah apa pun yang melatarbelakangi terjadinya tawuran tersebut, saya yakin kita setuju bahwa kondisi ini harus ditanggulangi agar tidak lagi bermunculan korban jiwa terhadap para tunas bangsa tersebut.
| cixers.blogspot.com |
Rabu, Juli 18, 2012
Kutipan Pernyataan, Ungkapan, Teori . . .
Weits...! Jangan dulu berpikir kalo gue lagi di Australia ya... Gw masih di Jakarta kok..! Acara itu emang di adakan oleh University of Melbourne, tapi oleh kantornya yang berada di Jakarta. Dan seminarnya diadakan di Four Seasons Hotel Jakarta yang terletak di ujung Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan.
Ya.... sekedar ingin menyegarkan otak yang udah lama ga dipake buat berfikir keilmuan, karena dalam keseharian lebih banyak dipake buat ngobrol yang ngelantur sana-sini, yang ga jelas gitu deh...
Rabu, Januari 25, 2012
Pelajar Dilarang Bawa Kendaraan
![]() |
| vhrmedia.com |
Sebagaimana dikutip dari PosKota.co.id, Menurut Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak melarang siswanya membawa kendaraan ke sekolah. Pasalnya sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengguna kendaraan pribadi minimal berusia 18 tahun dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Logikanya anak sekolah itu belum berusia 18 tahun sehingga dipastikan tidak memiliki SIM. Jadi sekolah bisa mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan kendaraan pribadi bagi siswanya,” ujar Azas, Senin (16/1).Banyak tempat tinggal siswa yang berada tidak jauh dari sekolah, serta bus sekolah juga tersedia, oleh karena itu “Sekolah harus mampu menanamkan pemikiran bagi siswanya untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi.”
Anak yang sejak dini telah menggunakan kendaraan pribadi maka sampai dewasa sang anak akan enggan menggunakan angkutan umum. Alhasil pertumbuhan mobilitas kendaraan pribadi tidak akan terbendung. Kemacetanpun semakin suit untuk dapat tertangani.
Dari survey yang dilakukan terhadap angka kecelakaan, hampir 65 persen terjadi pada pengendara usia di bawah 25 tahun. Belum lagi dampak psikologi.
Sayangnya banyak orang tua yang tidak dapat mengontrol, atau bahkan dengan bangganya memberikan kendaraan kepada anaknya yang belum saatnya memiliki SIM.
Selasa, Juni 07, 2011
Latah Teknologi, Daftar SD Negeri Juga Dibuat Online
![]() |
| http://www.ppdbdki.org/ |
Sebagai contoh saja, hari ini pendaftaran Sekolah Dasar Negeri Reguler di Jakarta Tahun 2011/2012 dibuka secara online (belum lama sebelumnya pendaftaran Sekolah Dasar SSN (Sekolah Standar Nasional) dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) tahun 2011/2012 juga sudah dibuka secara online) melalui website Penerimaan Peserta Didik Baru Online Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (www.ppdbdki.org).
Memang sepertinya dengan sistem ini, bagi penyelenggara mendapatkan kemudahan. Dengan penerapan sistem online ini, urutan siswa yang layak diterima akan tertata secara otomatis karena database komputer yang mengambilalih tugas melakukan verifikasi awal. Dengan kata lain, apabila calon siswa baru tidak memenuhi kriteria utama, yaitu umur, maka ia akan tersingkir secara otomatis dari daftar. Misalnya, jika wali murid mengisi umur anaknya kurang dari prasyarat utama, yaitu 7 tahun, maka ia akan tersingkir secara otomatis. Walaupun, pada kenyataannya, sistem ini tidak menutup kemungkinan seseorang untuk "berbohong" ketika mengisi formulir pendaftaran online, yaitu dengan mengisi umur sesuai prasyarat. (Kompas, 30/05/2011)
Namun demikian, setiap orang tua di Jakarta yang ingin mendaftarkan anaknya untuk masuk Sekolah SD Negeri 'dipaksa' untuk menggunakan komputer dan mengakses sitem pendaftaran online melalui Internet.
Pernahkah terpikir oleh kita, apakah saat ini setiap orang tua di Jakarta sudah 'melek' IT sehingga dapat melakukan pendaftaran online tersebut? Mereka mungkin hanya tinggal di rumah petak, di kontrakan yang listriknya berbagi dengan petak kontrakan lainnya.
Menghadapi formulir dalam bentuk lembaran kertas saja mungkin tidak lancar untuk mengisinya. Kalaupun sudah melek IT, tidak setiap orang tua memiliki komputer, dan dengan memiliki komputer tidak selalu berarti ada koneksi internet secara langsung.
Dengan fakta tersebut saja, (mungkin secara tidak sadar) beberapa golongan masyarakat tertentu sudah tidak dapat mengakses atau setidaknya memiliki hambatan-hambatan untuk mengakses sistem pendaftaran online tersebut. Lalu bagaimana kondisi ini dapat dikatakan setiap orang tua memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar?
Pada kenyataannya, sistem online untuk penerimaan peserta didik sekolah dasar negeri reguler mungkin hanya akan membingungkan banyak orang tua / wali murid. Padahal mereka pada umumnya hanya ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar negeri yang jaraknya tidak lebih dari 500 meter dari tempat tinggalnya.Sepertinya ini tidak lebih dari sebuah 'latah teknologi' yang tidak dipertimbangkan secara matang dengan kondisi masyarakat. Alih-alih memberi kemudahan dan kesempatan yang sama, pendaftaran sekolah dasar negeri reguler secara online justru menciptakan hambatan baru dan menambah jalur birokasi.
Senin, Mei 02, 2011
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Pahlawan dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Berbicara tentang pendidikan atau menuntut ilmu, islam mengajarkan kepada umatnya agar jangan pernah berhenti mentut ilmu seperti yang diungkapkan dalan hadist:
"Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai ke liang kubur" (HR bukhari)
dan Islam lebih menghargai orang-orang yang berilmu sebagaimana firman Allah :
"Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". (QS.Al Mujadalah:11)
Hal yang tak kalah pentingnya dari menuntut ilmu adalah mengamalkan atau mengaplikasikan ilmu dalam dunia nyata. Ketika seseorang menuntut ilmu, maka manfaat dari ilmu tersebut hanya dapat diketahui oleh dirinya sendiri, dan mungkin tidak seorangpun merasakan manfaat dari ilmu termasuk si penerima ilmu yang juga, hanya "mengetahui manfaat secara teori". Namun ketika ilmu diaplikasikan, maka banyak orang yang akan merasakan manfaatnya secara nyata, termasuk dirinya sendiri.
Sebagai penutup tulisan ini, silahkan menikmati sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul Umar Bakrie, yang menceritakan sekelumit kisah seorang guru dengan latar belakang video animasi menarik.
Minggu, Agustus 22, 2010
Akankah JDA 2010 Dapat (Kembali) Diakses Full Melalui Internet
Bicara soal data jadi ingat ketika masa kuliah, saat menyusun karya ilmiah untuk tugas akhir atau tugas semesteran. Saat itu (2007 -2008) untuk mencari data statistik Jakarta cukup terbantu dengan adanya softcopy buku Jakarta Dalam Angka / Jakarta in Figures (JDA) yang dapat diunduh secara full dari web BPS Jakarta. Kemudahan ini sepertinya tidak dirasakan dari BSP kota lainnya di Indonesia.
Namun kini tidak lagi , yang bisa diperoleh hanya daftar isi di JDA 2009, bahkan untuk versi yang sebelumnya (2006, 2007 & 2008) hanya diperoleh tulisan "Mohon Maaf" karena JDA tidak lagi bisa diakses secara full.Rasanya telah terjadi kemunduran layanan dari BPS Jakarta, kemudahan yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat hilang kembali. Tak heran hal ini memuncul dugaan bahwa versi softcopy telah menurunkan omset "pendapatan" dari versi hardcopy.
Jika benar dugaan tersebut, sepertinya BPS Jakarta telah menggadakan perannya selain sebagai penyedia data, juga pada peran yang lainnya. Bila pun benar demikian, sebenarnya masih terbuka cara untuk memperoleh "pendapatan" penggantinya melalui web, kerena dengan menyediakan data secara online akan membuat web BPS memiliki nilai jual. Namun hal ini akan kembali pada sistem yang diberlaku pada lembaga tersebut.
Jadi terfikir... Akankah JDA 2010 Dapat (Kembali) Diakses Full Melalui Internet? Selama yang dipublikasi bukan data rahasia semesti masih dapat direalisasikan...
Minggu, Mei 02, 2010
Ki Hadjar Dewantara
Masa muda dan awal karier
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.
Aktivitas pergerakan
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.
Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.
Als ik eens Nederlander was
Sewaktu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913, timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Soewardi. Ia kemudian menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik eens Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, tahun 1913. Isi artikel ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda. Kutipan tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.
"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
Beberapa pejabat Belanda menyangsikan tulisan ini asli dibuat oleh Soewardi sendiri karena gaya bahasanya yang berbeda dari tulisan-tulisannya sebelum ini. Kalaupun benar ia yang menulis, mereka menganggap DD berperan dalam memanas-manasi Soewardi untuk menulis dengan gaya demikian.
Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri). Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Soewardi kala itu baru berusia 24 tahun.
Dalam pengasingan
Dalam pengasingan di Belanda, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia).
Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya. Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore. Pengaruh-pengaruh inilah yang mendasarinya dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.
Taman Siswa
Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.
Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ("di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung"). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa. Bagian dari semboyan ciptaannya tersebut, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional.
Pengabdian setelah Indonesia merdeka
Dalam kabinet pertama Republik Indonesia, KHD diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya (2 Mei) dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959.
Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara dan Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah emisi 1998.
- http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara
- http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/Koleksi/Uang/Uang+Kertas/detail.htm?id=203
Minggu, September 27, 2009
Gw gak bakal nonton film 'MENCULIK MIYABI'
Mungkin film tersebut memang bukan film porno, dan sangat jelas bahwa dihadirkannya aktris tersebut hanyalah untuk mengkatkan 'rating film' yang akan di buatnya.
Tapi siapa yang dapat menebak dan mencegah dapak negatif dari kehadiran bintang porno tersebut ke Indonesia.
Apa Raditya Dika dapat mencegah meningkatnya anak-anak indonesia yang datang ke Glodok untuk mencari film porno yang dibaintangi oleh aktris dari jepang tersebut?
Siapa yang dapat mencegah meningkatnya meningkatnya googling content pornografi di internet dari anak-anak indonesia?
Dan mungkin, jika benar alasan Noordin M Top meladakkan bom di Indonesia untuk membunuh orang-orang kafir, bukan tidak mungkin akan ada lagi 'sequel' Noordin M Top di Indonesia, akibat ulah orang-orang yang hanya mencari rating tinggi!
Untuk negeri ini, untuk anak- anak dan masa depan, mari kita selamatkan Indonesia.
Mari kita nyatakan:
"Gw gak bakal nonton film 'MENCULIK MIYABI'"
Gabung groupnya di facebook klik di sini!
Minggu, Juli 12, 2009
Resume Penelitian
Di bawah ini adalah beberapa potongan hasil wawancara dengan beberapa responden yang saya wawancarai.
"Menunggu kendaraan umum kan tidak selalu setiap menit datang, dalam tiap,.. dalam satu jam mungkin satu atau dua."
"...tidak nyamannya angkutan umum, itu yang sangat... terlalu penuh, dan tidak teraturlah. Ya tau sendiri lah kondisi angkutan angkutan umum itu!"
"Pokoknya bagi saya Jakarta ini, angkutan umumnya di enggak memadai lah"
"Cuma berkali-kali naik turun! Enggak ada yang sekaligus gitu. Naik,... yang bisa tiga kali ke arah busway itu. Makanya saya enggak pernah coba, ha.. ha.. ha.. Melelahkan juga bolak-balik naek, secara nilai ongkos ya, lebih mahal jatohnye gitu."
"Kalau dari waktu lebih bisa diprediksi dengan kendaraan, apa, kalau pake motor lebih bisa di prediksi. Kalau pake busway kita untung-untungan, kadang bisa lebih lama. Tapi lebih cepet itu enggak pernah!"
"... gua biasa kalau saya enggak bawa mobil, eh gak bawa motor langsung ke Blok M, nah dari Blok M ke rumah itu... itu yang problem!"
"Cuman ini, kalau saya naek busway, kesulitan saya pas pulang. Cuma pas jam pulang itu, orang pada arah balik sini semua. Busway dateng udah penuh duluan di antara.. apa sih.. dari... abis Kuningan, halte apa sih tu, ada dua halte kan tu... na itu dah penuh dari situ.. Jadi penumpang benerbener numpuk, busway dateng udah penuh duluan!"
"Penumpang mo naek busway di depan halte Depkes! Penuh mulu kan! Kebuka, cuma ngebuka doang enggak ada yang turun, ya enggak bisa naek kan!"
"Biasanya sih... penuh aja, kalau pagi, aku preefer kalau misal busway itu paling pagi aja. Yang untuk berangkat ya. Kalau untuk pulang mendingan ya kalau enggak naik angkutan biasa (bus kota) ya kereta."
"Penuhnya.. AC ekonomi, AC ekonomi eng... enggak yah, enggak terlalu penuh-penuh, dibilang penuh-penuh amat juga enggak lah! Masih, masih mending naik AC ekonomi dari pada busway kalau pulang, kalau busway malah lebih parah lagi penuhnya. Iya udah ngantrinya panjang, e.. di dalem tuh lebih sempit lagi dari pada AC ekonomi. Lebih padet!"
"Naik busway tuh harga sejuta pernah saya mas. Handphone nya ilang soalnya ha ha ha... Tarif paling mahal tuh. Dibayarnya pake handphone."Walau pun bukan resume yang baik, mudah-mudahan ini bisa melunasi janji saya alakadarnya. Tks.
Rabu, Desember 03, 2008
System Dynamics
Metodologi “system dynamics” pada dasarnya menggunakan hubungan-hubungan sebab-akibat (causal) dalam menyusun model suatu sistem yang kompleks, sebagai dasar dalam mengenali dan memahami tingkah laku dinamis sistem tersebut. Dengan perkataan lain, penggunaan metodologi “system dynamics” lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pengertian kita tentang bagaimana tingkah laku sistem muncul dari strukturnya.
Persoalan yang dapat dengan tepat dimodelkan menggunakan metodologi System Dynamics adalah masalah yang:
- mempunyai sifat dinamis (berubah terhadap waktu); dan
- struktur fenomenanya mengandung paling sedikit satu struktur umpan- balik (feedback structure).
Penggunaan
Pada mulanya Forrester menerapkan metodologi system dynamics untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terdapat dalam industri (perusahaan). Model-model system dynamics pertama kali ditujukan kepada permasalahan manajemen yang umum seperti fluktuasi inventori, ketidakstabilan tenaga kerja, dan penurunan pangsa pasar suatu perusahaan (lihat Forrester 1961). Perkembangannya terus meningkat semenjak pemanfaatannya dalam persoalan sistem-sistem sosial yang sangat beragam, yang dilakukan dan dimanfaatkan oleh pemegang kebijakan.
Prinsip-prinsip
Adapun prinsip-prinsip untuk membuat model dinamik dengan ciri-ciri seperti yang diuraikan di atas menurut Sterman (1981) adalah sebagai berikut:
- keadaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi harus dibedakan di dalam model;
- adanya struktur stok dan aliran dalam kehidupan nyata harus dapat direpresentasikan di dalam model;
- aliran-aliran yang berbeda secara konseptual, di dalam model harus dibedakan;
- hanya informasi yang benar-benar tersedia bagi aktor-aktor di dalam sistem yang harus digunakan dalam pemodelan keputusannya;
- struktur kaidah pembuatan keputusan di dalam model haruslah sesuai (cocok) dengan praktek-praktek manajerial; dan
- model haruslah robust dalam kondisi-kondisi ekstrim.
Mengenai robust-nya sebuah model, menurut Sterman model tersebut perlu dilakukan sejumlah pengujian tertentu sehingga pada gilirannya akan meningkatkan keyakinan pengguna terhadap kemampuan model di dalam mengungkapkan sistem yang diwakilinya. Keyakinan ini menjadi dasar bagi kesahihan model. Bila kesahihan model telah dapat dicapai, simulasi selanjutnya dapat digunakan untuk merancang kebijakan-kebijakan yang efektif.
Struktur dan Hubungan Dalam Model
Suatu model system dymamics dibentuk karena adanya hubungan sebab-akibat (causal) yang mempengaruhi struktur di dalamnya baik secara langsung antar dua struktur, maupun akibat dari berbagai hubungan yang terjadi pada sejumlah struktur, hingga membentuk umpan-balik (causal loop). Struktur umpan-balik ini merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui lingkaran-lingkaran hubungan sebab-akibat dari variabel-variabel yang melingkar secara tertutup.
Ada 2 macam hubungan kausal, yaitu
- hubungan kausal positif; dan
- hubungan kausal negatif.
Contoh hubungan kausal positif (kiri) dan hubungan kausal negatif (kanan)
- umpan-balik positif (growth); dan
- umpan –balik negatif (goal seeking).
Contoh umpan-balik positif (kiri) dan umpan-balik negatif (kanan)
Dalam merepresentasikan aktivitas dalam suatu lingkar umpan-balik, digunakan dua jenis variabel utama yang disebut sebagai level dan rate atau dikenal juga dengan sebutan stock and flow. Level menyatakan kondisi sistem pada setiap saat. Dalam kerekayasaan (engineering) level sistem lebih dikenal sebagai state variable system. Level merupakan akumulasi di dalam sistem. Persamaan suatu variabel rate merupakan suatu struktur kebijaksanaan yang menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu keputusan dibuat berdasarkan kepada informasi yang tersedia di dalam sistem. Rate inilah satu-satunya variabel dalam model yang dapat mempengaruhi level.
Melengkapi variabel level dan rate, dalam system dynamics itu dikenal juga auxilary, konstanta dan delay. Auxilary merupakan variabel berubah seiring dengan waktu yang dapat disebabkan atas hubungan-hubungan sebab-akibat yang terjadi antara variabel dalam model atau pun akibat variabel dari luar secara independen. Konstanta merupakan variabel dengan nilai tetap yang tidak berubah sepanjang waktu. Sedangkan delay adalah variabel waktu pada perilaku perubahan yang tidak serta-merta (tertunda) atas proses yang terjadi dalam hubungan-hubungan antar struktur hingga mempengaruhi perilaku model.
Pemanfaatan Software
Saat ini pembuatan model system dynamics umumnya dilakukan dengan menggunakan software yang memang dirancang khusus. Sofware tersebut seperti Powersim, Vensim, Stella, dan Dynamo. Dengan software tersebut model dibuat secara grafis dengan simbol-simbol atas variabel dan hubungannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan software yang dapat mengolah operasi matematis seperti jenis spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Lotus juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan model system dynamics.
Tulisan ini disarikan dari Kuliah “Pemodelan” pada Program Magister Studi Pembangunan ITB tahun 2007-2008 dengan Dosen Pengajar DR. Muhammad Tasrif.
Senin, Desember 01, 2008
Belajar Politik Yuk!
![]() |
| www.akcjafm.net |
- politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
- politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
- politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
- politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam dunia internasional politik juga bertindak sebagai gerakan globalisasi. Pada awal 1990-an, terjadi euforia globalisasi yang mengundang pro dan kontra bagi yang pro berganggapan bahwa setiap orang jadi pemenang, menebarkan kemakmuran sebaliknya yang kontra berpendapat bahwa globalisasi membuat aturan main tidak adil, mendahulukan nilai kebendaan, mencabut kedaulatan negara berkembang, kerusakan lingkungan.
Politik memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan jika dikaitkan dengan tujuan dari aktor-aktornya. Politik oleh aktor-aktor yang tepat dengan karakter dasarnya, dapat menjadi tools yang powerful untuk mewujudkan tujuan pembangunan.
Jumat, November 14, 2008
Mengapa menggunakan kendaraan pribadi di tengah kemacetan Jakarta yang sangat parah!
Dear all netters!
Saya mahasiswa yang sedang melakukan penelitian (kualitatif) tentang transportasi Jakarta!
Pertanyaan praktis penelitian saya:
"Mengapa (apa faktor/alasan) masyarakat masih menggunakan mobil (kendaraan) pribadi untuk perjalanan kerjanya (ke kantor)"
Target responden saya:
- (A) Rekan-rekan yang masih menggunakan mobil (kendaraan) pribadi untuk perjalanan kerjanya meskipun rumah relatif terjangkau oleh busway dan kantornya berada si sekitar Kawasan Sudirman, Thamrin atau Kuningan
- (B) Rekan yang telah berpindah dari menggunakan mobil (kendaraan) pribadi ke busway untuk perjalanan kerjanya (ke kantor sekitar Kawasan Sudirman, Thamrin atau Kuningan) (atau yang melakukan park and ride)
Saya sangat berharap teman-teman bersedia untuk diwawancara (di rumah, di kantor or else ; call/sms : 0819********).
(atau langsung memberikan jawaban (alasan-alasan) melalui comments atau email ke: muhammadsoleh@gmail.com) (mohon jelaskan pula lokasi rumah dan kantor anda)
Hasil penelitian, (yang pasti) selain untuk kelulusan kuliah saya, juga akan saya kirimkan ke Pemda DKI Jakarta.
Dan resume penelitian akan saya publikasi di blog ini.
Mudah-mudahan menjadi manfaat bagi Ibukota Jakarta.
Terimakasih atas kerjasamanya
= = = = = = =
Update Juli 2009: Resume Penelitian
Rabu, Maret 05, 2008
Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing Untuk Pendidikan Gratis dan Berkualitas!
Situasi ini sangat kontras dengan nilai profit kandungan kekayaanalam yang dimiliki oleh tanah air kita, yang justru memberikan kemakmuran melimpah kepada korporasi-korporasi asing.
Dalam laporan pendapatannya untuk tahun 2007, pihak ExxonMobil memperoleh keuntungan sebesar $40.6 Billion atau setara dengan Rp.3.723.020.000.000.000 (dengan kurs rupiah 9.170). Nilai penjualan ExxonMobil mencapai $404 billion, melebihi Gross Domestic Product (GDP) dari 120 negara di dunia. Setiap detiknya, ExxonMobil berpendapatan Rp. 11.801.790, sedangkan perusahaan minyak AS lainnya, Chevron, melaporkan keuntungan yang diperolehnya selama tahun 2007 mencapai $18,7 billion atau Rp.171.479.000.000.000. Royal Ducth Shell menyebutkan nilai profit yang mereka dapatkan selama setahun mencapai $31 milyar atau setara dengan Rp. 284.270.000.000.000. Keuntungan yang diperoleh korporasi-korporasi Negara imperialis ini tidaklah setara dengan Produk Domestic Bruto (PDB) beberapa Negara dunia ketiga, tempat korporasitersebut menghisap. Hingga akhir tahun 2007, Produk Domestik Bruto (PDB)Indonesia belum sanggup menembus Rp.4.000 Trilyun, untuk triwulan ke III tahun 2007 saja hanya mencapai Rp. 2.901. trilyun. Untuk Negara penghasil minyak lainnya, Libya hanya 50.320 juta US$, Angola (44,033 juta US$), Qatar (42,463US$), Bolivia (11.163 juta US$), dan lain-lain.
Konfigurasi ini memperlihatkan pengalihan keuntungan eksplorasi tambang, baik migas maupun non-migas, di Negara-negara penghasil justru dinikmati oleh grup-grup korporasi dan Negara induknya. Di Indonesia, menurut laporan Energy information Administration (EIA) dalam laporannya (jan/08) mengatakan bahwa total produksi minyak Indonesia rata-rata 1,1 juta barel per-hari, dengan 81% (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah (crude oil). Untuk produksi gas alam, Indonesia sanggup memproduksi 97.8 juta kubik. Indonesia masuk dalam daftar ke 9 penghasil gas alam di dunia, dan merupakan urutan pertama di kawasan Asia Pasifik.
Sayangnya, hampir 90% dari total produksi tersebut berasal dari 6 MNC, yakni; Total (diperkirakan market share-nya di tahun 2004, 30 %), ExxonMobil (17 %), Vico (BP-Eni joint venture, 11 %), ConocoPhillips (11 %), BP (6 %), and Chevron (4 %). Sedang, stok gas bumi mencapai 187 triliun kaki kubik atau akan habis dalam waktu 68 tahun dengan tingkat produksi per tahun sebesar 2,77 triliun kaki kubik. Cadangan batu bara ada sekitar 18,7 miliar ton lagi atau dengan tingkat produksi 170 juta ton per tahun berarti cukup buat memenuhi kebutuhan selama 110 tahun. (Sumber: Kementerian ESDM).
Bandingkan dengan kebutuhan untuk pendidikan! Berdasarkan kajian Balai Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, biaya ideal seorang siswa SD per tahun adalah Rp 1,68 juta. Data Depdiknas menunjukkan, siswa setingkat SD se-Indonesia sekitar 25,5 juta. Jadi untuk menggratiskan pendidikan di SD (minus infrastruktur) adalah 42.8 trilyun. Berdasarkan data Balitbang 2003 mengenai kondisi bangunan SD seluruh Indonesia, 32,2 persen rusak ringan, rusak berat ada 25 persen. SLTP yang rusak ringan 19,9 persen, rusak berat 7,4 persen. Padahal, untuk memperbaiki sebuah gedung sekolah hanya membutuhkan dana paling banyak Rp.100 juta, nilai ini sangat kecil jika dibandingkan dengan share profit di sector pertambangan yang menguap keluar.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Cadangan minyak Indonesia pada tahun 1974 sebesar 15.000 metrik barel dan terus mengalami penurunan. Pada tahun 2000 cadangan minyak Indonesia sekitar 5123 metrik barel (MB) dan tahun 2004 menjadi sekitar 4301 MB. Penyebab dari turunnya cadangan minyak Indonesia adalah; pertama Ladang-ladang pengeboran minyak di Indonesia (milik Pertamina) sudah sangat tua, sebagian besar masih peninggalan penjajah Belanda. Kebanyakan sumur-sumur yang ada sudah tua, teknologi yang digunakan pun sudah ketinggalan jaman. Tidak ada revitalisasi technologi, tidak ada pembenahan struktur dalam perusahaan Migas, dan tidak ada upaya pemerintah untuk memberikan perlakukan khusus bagi perusahaan tambang dalam negeri. Ini semua menyebabkan kemampuan dan kapasitas produksi untuk penerimaaan pemerintah semakin mengecil. PT Pertamina (Persero) menargetkan: laba bersih tahun ini hanya Rp17,8 triliun atau turun 27,3 persen dibandingkan laba bersih 2007 sebesar Rp24,5 triliun. Jadi, merupakan sebuah ironi, korporasi-korporasi asing yang bereksplorasi di wilayah yang sama, memperoleh keuntungan maksimum, sedangkan Pertamina mengalami penurunan laba (keuntungan).
Penyebab kedua, turunnya cadangan minyak Indonesia adalah sebagian besar ladang-ladang minyak Indonesia dikuasai oleh korporasi asing (MNC), seperti BP, Chevron, CNOOC, ConocoPhillips, ExxonMobil, Inpex, KG, Mitsubishi, Nippon Oil, PetroChina, Petronas, Total, Vico. Dengan pembangunan pipeline (jalur onshore dan jalur offshore) yang bisa mengalirkan minyak hasil eksplorasi dari berbagai blok minyak di Indonesia ke Singapore power, menyebabkan potensi hilangnya minyak Indonesia semakin besar. Ini masih ditambah dengan ketidaksanggupan pemerintah mengontrol secara tegas produksi murni dari korporasi (MNC).
Berpatokan kepada UU Migas Nomor 22/2001, pembagian keuntungan pihak Indonesia (Cq. Pemerintah) dan korporasi dilakukan dalam skema Production Sharing Contract (PSC), dimana pertamina telah menjadi bagian dari Kontraktor kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam skema PSC yang ada sekarang, Cost Recovery (CR) sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. Cost recovery minyak mentah Indonesia mencapai US$9,03 per barel, sedangkan rata-rata cost recovery minyak mentah dunia sekitar US$4-US$6 per barel. Jadi, cost recovery Indonesia lebih tinggi sekitar 75 persen -125 persen per barel, dibandingkan rata-rata negara produsen minyak mentah di dunia. Apakah ada masalah dengan biaya cost recovery ini? Iya, audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan pada penggunaan cost recovery periode 2000-2006 terhadap 152 kontraktor senilai Rp122,68 triliun, ditemukan indikasi penyimpangan pada 43 kontraktor senilai Rp18, 07 triliun. Perhitungan cost recovery sebenarnya hanya beban atas kegiatan eksplorasi migas, yang meliputi biaya produksi pengangkatan minyak (lifting) dan biaya investasi. Tapi kenyataannya, dalam kontrak yang dibuat kontraktor dengan pemerintah, tak ada batasan yang tegas.
Akibatnya, banyak komponen biaya lain seperti renovasi rumah dinas, biaya berobat, hiburan bahkan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR). Ini mungkin yang membuat biaya tersebut membengkak. (sumber: jurnal nasional)
Skema bagi hasil Pemerintah Indonesia dan pihak korporasi memang sangat tidak adil, sangat merugikan pihak Indonesia, namun, beberapa elit politik justru memanfaatkan isu ini demi kepentingan politiknya, bukan untuk kepentingan rakyat. Seandainya, Indonesia mau melakukan peninjauan ulang kontrak karya dengan semua KKS, alasan legal formalnya sangat dibenarkan, mengingat ada bukti-bukti penyimpangan yang disimpulkan BPK. Peraih Nobel Ekonomi 2001 Joseph E. Stiglitz waktu datang ke Indonesia, menyatakan eksploitasi yang dilakukan perusahaan multinasional di negara berkembang sering kali dianggap sepenuhnya sah. Sebagian besar negara berkembang dinilainya tidak mampu terlibat dalam negosiasi canggih yang melibatkan perusahaan-perusahaan multinasional. Dia menduga negara-negara itu tidak mengerti implikasi penuh dari setiap klausul di dalam kontrak. Untuk Indonesia pun, Stiglitz menyarankan agar berani melakukan negosiasi ulang.
Karena proses perampokan kekayaan alam Indonesia ini sepenuhnya dilegitimasi oleh perundang-undangan pemerintah Indonesia, maka tidak ada jalan lain, rakyat Indonesia harus melakukan nasionalisasi (pengambil-alihan) terhadap seluruh perusahaan tambang asing tersebut. Langkah ini merupakan jalan yang tepat dan sanggup menyelamatkan kekayaan alam yang seharusnya diperuntukkan untuk rakyat Indonesia.
Pada Hari Buruh Internasional, Morales resmi mengumumkan nasionalisasi 20 perusahaan minyak dan gas asing. Pengumuman langsung didukung tindakan dengan mengirim tentara Bolivia ke ladang minyak dan gas alam. Penempatan pasukan militer itu merupakan simbol bahwa instalasi minyak dan gas itu telah menjadi milik negara Bolivia. Gara-gara dekrit itu, penerimaan Bolivia disektor migas melonjak menjadi US$780 juta (sekitar Rp7 triliun) pada tahun 2007. Jumlah itu enam kali lipat disbanding penerimaan pada 2002. Bagaimana jika perusahaan asing menolak? "Mereka boleh pergi," ujar Menteri Energi Andres Soliz.
Di Indonesia, di bawah Bung Karno, pemerintahan Soekarno mengeluarkan kebijakan UU No. 86/1958 tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, termasuk sektor pertambangan. Selain itu, Bung Karno memberlakukan UU Nomor 44 Tahun 1960 yang mempertegas pengelolaan minyak dalam kontrol Negara. Setelah itu, Bung Karno menyerahkan skema profit-sharing agreement (PSA) yakni 60:40, ditambah kebijakan lain seperti MNC wajib menyerahkan 25 persen area eksplorasi setelah 5 tahun dan 25 persen lainnya setelah 10 tahun. Selain itu, MNC wajib menyediakan kebutuhan untuk pasar domestik dengan harga tetap dan menjual aset distribusi-pemasaran setelah jangka waktu tertentu. Skema Bung Karno langsung disetujui oleh presiden AS saat itu, John F Kennedy, dan tiga raksasa minyak dunia (Stanvac, Caltex, dan Shell). Cerita sukses Bung Karno itu bisa dilihat dalam prestasi sektor pendidikan, yakni Tingkat melék huruf naik dari 10 ke 50 persen (1960). Biaya pendidikan pada masa itu juga sangat murah.










