Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia Indonesia 2022. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia Indonesia 2022. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 16, 2010

PSSI Masuk Piala Dunia

Adakah yang salah dari judul di atas? Bila anda cukup jeli menyadarinya tentu anda akan mengatakan "ya, ada yang salah dari judul di atas". Yang salah bukanlah karena pada tahun 2010 ini tim nasional Indonesia tidak masuk dalam putaran final piala dunia di Afrika Selatan, sehingga judul di atas menjadi tidak tepat. Tetapi pemilihan kata (sebutan) "PSSI" itu yang menjadi masalahnya. Karena seharusnya dalam judul di atas "PSSI" diganti menjadi "Indonesia", "Tim Nasional" atau lebih lengkap lagi "Tim Nasional Indonesia".
Kehilafan seperti ini juga diucap oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden SBY yang terekam dalam berbagai media pada saat acara nonton bareng partai perdana Piala dunia 2010 Afrika Selatan melawan Meksiko, di Ballroom Puri Kencana Hotel Intercontinental, Denpasar, Bali. Seperti dikutip detikNews (24/06/2010) saat itu beliau bertanya, "Dapat kira- kira PSSI masuk ya. Kita kasih semangat," beliau juga sempat menyatakan "Kemarin waktu Piala Asia, PSSI bagus,".
Mengapa ini harus dipermasalahkan? Karena tentunya perbedaan tersebut akan memberikan makna yang berbada dari kalimat yang dihasilkannya, setidaknya (menurut saya) dengan mengucap PSSI (daripada mengucap Tim Nasional) memberikan kesan Indonesia sepertinya terpisahnya dari PSSI.
Mungkinkah pola pemikiran tersebut yang menjadi penyebab tidak didukungnya PSSI menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022? Tentu tidak sedangkal itu pemikirannya.
Lebih lanjut berbicara ajang Piala Dunia, bila apa yang dimaksud PSSI dalam pertanyaan oleh Presiden SBY adalah Tim Nasional Indonesia, menurut Suryopatomo dalam www.metrotvnews.com (12/06/2010) jawaban dari pertanyaan itu tentunya kembali ke Presiden sendiri. Menurutnya Presiden adalah orang yang tertinggi jabatannya di Indonesia, maka seharusnya Presiden bisa menemukan serta mencari jawaban dari semua persoalan itu. Presiden bisa mengerahkan orang-orang terbaik yang ada di negeri ini untuk mencari jawabannya dan kemudian bahkan menggapai harapan seperti yang diinginkan Presiden itu, yakni membawa tim nasional Indonesia tampil di panggung sepak bola dunia.
Indonesia sebenarnya pernah tampil di ajang Piala Dunia 1938.Dan setelah kita merdeka, sepak bola Indonesia pernah disegani setidaknya di Asia. Bintang-bintang sepak bola kita seperti Ramang, Djamiat Dhalhar, Kwee Kiat Sek, Tan Liong Houw hingga kemudian generasi Soetjipto Soentoro, Waskito, Iswadi Idris, Abdul Kadir malang melintang di kompetisi mancanegara. Iswadi pernah bermain di Australia, sementara Abdul Kadir dan Risdianto pernah bermain di Liga Hongkong.
Kalau dulu kita begitu berjaya, tetapi kemudian sepak bola kita terpuruk seperti sekarang, berarti ada yang salah dengan pembinaan sepak bola kita.
sumber foto: detikNews

Rabu, Februari 10, 2010

Harapan Piala Dunia di Indonesia itu pun Pupus

Lama sudah PSSI menunggu dukungan resmi dari pemerintah terkait bidding menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun keinginan tersebut sepertinya harus dikubur dalam-dalam karena hingga jatuhnya tenggat waktu yang diberikan oleh FIFA pada 9 Februari 2010, dukungan yang ditunggu tak kunjung datang. Sikap pasrah pun diambil PSSI apabila Indonesia didiskualifikasi karena tidak ada dukungan tersebut.

Oleh Deputi Sekjen PSSI Dali Taher pemerintah dikatakan sudah melepas kesempatan untuk mengikuti bidding tersebut. Padahal FIFA sendiri sudah memastikan kalau PD 2022 bakal dihelat di Benua Asia.

"Tinggal Indonesia dan Australia yang berpeluang. Tapi, Australia tidak ingin head to head dengan kita karena mereka melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Mereka lebih memilih menggandeng kita. Tapi, sekali lagi, tanpa surat garansi pemerintah, Indonesia sudah pasti didiskualifikasi sehingga tidak mungkin bekerja sama dengan Australia," urainya [detik.com].

Pemerintah sudah melepaskan kesempatan emas untuk mengikuti bidding tersebut karena FIFA sendiri sudah memastikan kalau PD 2022 bakal dihelat di Benua Asia.

Meski tidak ada tanda-tanda mendapat dukungan dari pemerintah untuk meneruskan kampanye pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, PSSI tak berniat mundur. "Kami masih menunggu apakah FIFA mau memberikan kesempatan lagi bagi kami. Bila tidak datang dukungan dari pemerintah, ya kami tinggal tunggu dicoret saja oleh FIFA," tegas Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010) siang WIB [detik.com]. Namun dengan kondisi yang demikian seperti hanya tinggal menunggu dicoret oleh FIFA.

Kamis, November 12, 2009

Gue Dukung Piala Dunia 2022 di Indonesia

Green World Cup Indonesia 2022
For The Game, For The World, For Our Planet Safety


Pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 ini bukanlah "mimpi di siang bolong". "Ini merupakan bagan dari perwujudan Visi 2020 yang kita canangkan sejak lima tahun silam, di mana kita memproyeksikan bahwa pada masa itu kita dapat tampil di pentas dunia,"(Nurdin Halid, 2009).

Pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 ini memerlukan kerja keras bangsa Indonesia, tidak hanya PSSI. Dengan kata lain, pencalonan ini tidak hanya menjadi "kerjaan" PSSI, namun "pekerjaan" bangsa. "Pemerintah harus mendukung penuh. Kalau tidak ada dukungan pemerintah, tidak akan bisa," (Djohar Arifin Husin, 2009).

Menjadi tuan rumah Piala Dunia, dapat mendorong percepatan berbagai aspek pembangunan (terutama di kota-kota yang melaksanakan pertandingan Piala Dunia itu), penyelenggaraan Piala Dunia juga mendatangkan keuntungan dari segi materi.

Untuk menjadi tuan rumah, sebuah negara harus punya 10 stadion berkapasitas 40.000 penonton. Juga dua stadion berkapasitas 80.000 orang sebagai venues pembukaan. Dalam hal ini, PSSI telah mengajukan 13 stadion sebagai venue PD 2022 yang dibagi dalam tiga kategori.

Pertama, yakni stadion yang sudah tersedia: Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan (Jakarta), Stadion Palaran (Samarinda) serta Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang).

Kedua, yakni stadion yang masih berada dalam tahap perencanaan. Ini mencakup Stadion Gedebage (Jawa Barat), Stadion BMW (Jakarta Utara), Stadion Bogor dan Stadion Riau yang disiapkan untuk PON.

Ketiga berupa stadion yang diusulkan di enam kota: Surabaya, Makassar, Medan, Yogyakarta, Gianyar dan Tangerang.

Diperkirakan Stadion Riau selesai pada 2012, Gedebage 2011, BMW 2011 dan Bogor 2011. Sedangkan stadion yang diusulkan rampung pada 2015.

"Orang-orang akan bertanya apakah Indonesia aman untuk menggelar even besar seperti ini. Saya hanya bisa mengatakan: Saya tak pernah mengalami masalah keamanan di Indonesia dan saya selalu merasa aman di sana. Orang-orang di Jakarta adalah orang-orang yang sangat ramah, dan secara umum orang-orang Indonesia ramah. Mereka selalu bersemangat." (Peter Butler, 2009)

”Saya harap jangan lagi ada sikap skeptis dari masyarakat mengenai niatan ini. Sebab rencana ini bukan untuk PSSI, tapi untuk bangsa. Jadi jangan dibilang kita hanya bermimpi. Sebab, orang yang paling miskin itu adalah orang yang sudah tidak bisa lagi bermimpi,” (Adhyaksa Dault, 2009)

Asia sudah waktunya menjadi tuan rumah Piala Dunia lagi. “Kita jadi tuan rumah terakhir kali pada Piala Dunia 2002 (Korea-Jepang). Itu sudah berjarak 16 tahun dengan Piala Dunia 2018," (Bin Hamman, 2009)

Jika benar dihelat di Indonesia, perekonomian negara pastinya ikut terbantu. Penjualan souvenir juga akan memberi pilihan bagi masyarakat untuk menambah penghasilan. dan masih banyak lagi angin segar jika memang proyek PSSI ini bisa goal.

Tapi, ya itu tadi, masih harus banyak pembenahan, dan waktu satu tahun untuk meyakinkan FIFA sebelum mereka membuat keputusan pada Desember 2010. Perhelatan Piala Asia 2007 harusnya menjadi bahan pembelajaran tersendiri. Meski dinilai sukses dalam hal prestasi, namun tidak demikian dengan teknis penyelenggaraan. Banyak sekali catatan yang harus dibenahi. (Ahmad Yanuar [Goal.com], 2009)

FIFA memastikan akan mengumumkan nama "pemenang" perebutan tuan rumah Piala Dunia 2022 ini pada 10 Desember 2010.

Bids
for
2018
and
2022
Australia
Map of 2018 FIFA World Cup bids.svg
Belgium & Netherlands
England
Indonesia
Japan
Portugal & Spain
Russia
United States
2022
only
Qatar
South Korea
Bid for 2018 & 2022
Bid for 2022 only
Ineligible in 2018
Ineligible in both

Sumber: www.pssi-football.com; www.vivanews.com; www.goal.com; www.wikipedia.com

Minggu, Maret 15, 2009

Berita Sepak Bola Indonesia 2009

Berita pertama mengenai pengiriman anak Indonesia ke Uruguay untuk dilatih menjadi pemain sepak bola berkualitas. Membawa pemain muda U-16 dengan tinggi badan rata-rata 172 cm, sebuah tim dibentuk untuk turut dalam kompetisi sepak bola di Uruguay. Agenda yang disebut Uruguayan Project ini membawa misi untuk mengejar prestasi masa depan, yaitu Olimpiade tahun 2012.

Berita kedua adalah ketika pengurus PSSI mengajukan sebagai tuan rumah piala dunia 2022. Berita ini memunculkan perdebatan karena saat ini tim nasional dinilai tidak dalam kelas yang layak sebagai peserta piala dunia. Dan di samping faktor infrastruktur yang jauh dari standar, niatan ini juga di nilai memiliki muatan politis karena dimunculkan menjelang Pemilu 2009.

Berita ketiga adalah akan hadirnya Mancester United (MU) ke Indonesia di pertengahan tahun 2009. Nama besar MU dalam dunia Internasional sepak bola tidak terbantahkan lagi akan menjadi magnet besar bagi masyarakat Indonesia. Dalam kunjungan Asia ini, rencananya Mu akan melakukan pertandingan persahabatan dengan tim nasional Indonesia.

Dan berita keempat yang tak kalah mengejutkan adalah ketika Serginho van Dijk, pencetak gol terbanyak di liga A (A-League) Australia menyatakan ingin bermain untuk Tim Nasional Indonesia. Pemain berusia 26 tahun ini berdarah Belanda - Indonesia berstatus kewarganegaraan saat ini sebagai warga Belanda. Jika ia benar-benar ingin bermain untuk Indonesia, maka ia harus menjadi warga negara Indonesia dan melepas status kewarganegaraan asalnya, karena secara hukum Indonesia tidak mengakui status kewarnegaraan ganda.

[Update] Anak Indonesia, Irfan Bachdim, untuk pertama kali tembus Liga Utama Belanda, Eredivisie. Pada 17 Februari 2008 main penuh di tim utama FC Utrecht asuhan Willem van Hannegem. Pemain muda kelahiran Amsterdam 11 Agustus 1988 itu masih pegang paspor Indonesia. Ia juga pernah bergabung dengan timnas Indonesia U-23 ketika berlatih di Belanda.

Selasa, Februari 10, 2009

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022?

Indonesia menjadi kontestan sekaligus tuan rumah Piala Dunia! Kepastian tersebut diungkapkan Sekjen PSSI Nugraha Besoes, ”Benar, kami memang mencalonkan diri,” kata Besoes usai laga Indonesia v Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (28/1/09) malam. Kabarnya, proposal awal PSSI telah diterima FIFA. Nama Indonesia kini sejajar dengan enam kandidat host Piala Dunia 2018 dan 2022 bersama Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, dan tuan rumah bersama Spanyol-Portugal.

Itu baru pelamar yang telah mengajukan diri resmi secara tertulis. Beberapa negara lain, termasuk Australia, China, Meksiko, plus Belanda bersama Belgia, dikabarkan media lokal masing-masing tertarik untuk melayangkan lamaran. Diperkirakan dalam beberapa hari yang tersisa kelima negara itu akan melayangkan proposal tertulisnya.

Pada 2007, FIFA mengambil kebijakan menggilir tuan rumah PD untuk setiap benua. Namun keputusan itu sedikit dimodifikasi menjadi penyelenggaraan PD tidak akan digelar oleh negara yang berasal dari satu benua dalam dua tahun berturut-turut.
"Di hadapan kita, jejak sepakbola selama ini memperlihatkan suatu hal penting dan bernilai. Seperti halnya demokrasi, sepakbola modern lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat; sepakbola modern sangat diminati oleh umat manusia; sepakbola memberi pesona bukan hanya karena sifat dan karakternya egaliter."
Nurdin Halid (Pidato Ketum PSSI : Pencalonan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022; 9 Februari 2009)
Sepakbola modern memang diinvestasikan terus-menerus oleh PSSI melalui Visi PSSI 2020 sejak tahun 2004 untuk mempromosi daerah, menggairahkan ekonomi rakyat, memajukan industri sepakbola, menciptakan lapangan kerja, menggerakan aliran investasi, meningkatkan keahlian SDM akomodasi, infrastruktur, medis, dan fasilitas olahraga serta mendorong kepatuhan pada hukum, nation and character building dan memperkuat bhinneka-tunggal-ika Indonesia

Keyakinan PSSI mampu bersaing dengan Negara lainnya semakin tinggi dengan dukungan langsung pemerintah.

“ Pemerintah RI pasti mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Bangsa Indonesia punya pengalaman banyak menggelar event internasional, terutama sepakbola. Ide menjadi tuan rumah bukanlah hal mustahil, bersama kita bisa mewujudkan hal tersebut,” ungkap Adhyaksa Dault.

“ Republik Indonesia telah dipilih oleh FIFA sebagai salah satu calon tuan rumah Piala Dunia 2022. Untuk itu, dengan ini, saya menyatakan, dengan adanya dukungan Pemerintah Republik Indonesia, para pelaku pasar, rakyat Indonesia, insan pers dan LSM serta dukungan masyarakat dunia, PSSI siap bersaing memperebutkan tiket Tuan Rumah Piala Dunia 2022, “ tegas Nurdin Halid.

FIFA sendiri akan mengumumkan negara yang berhak menggelar Piala Dunia 2022 pada 10 Desember 2010 mendatang.

Proposal PD 2022
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...