Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 14, 2014

Reaktor Nuklir di Jerman Diubah Menjadi Climbing wall


Sebuah stasiun tenaga nuklir bekas di Jerman telah diubah menjadi taman hiburan Wunderland Kalkar (awalnya Kernwasser-Wunderland), menyusul keputusan pemerintah untuk meninggalkan semua pembangkit energi nuklir. Karena stasiun tenaga nuklir belum pernah digunakan, kompleks dijamin bebas dari radiasi, tetapi diisi dengan landmark beton menyenangkan besar.

Konstruksi reaktor yang ditujukan sebagai pembangkit listrik itu mulai dibangun pada 1972. Menanggapi kekhawatiran keselamatan publik dan ingin menghindari biaya operasional sebagai dampaknya, pemerintah negara bagian menghentikan pembukaan PLTN itu.Lima tahun kemudian, operasional reaktor itu secara resmi dibatalkan dan komponen-komponen yang berharga dijual kembali.

Kernwasser Wunderland dibuka pada 2001, dilengkapi dengan lebih dari 40 wahana, sebuah hotel dengan 437 kamar, bar, restoran, dan arena boling. Beberapa waktu kemudian tempat ini berganti nama menjadi Wunderland Kalkar, sampai sekarang. 

www.gizmag.com
Daya tarik taman ini adalah pada menara pendingin yang berlukiskan pemandangan gunung bersalju. Wahana panjat tebing dan jalan ular memanfaatkan sisi dindingnya. Sedang bagian dalamnya adalah wahana ayunan dan sebuah daerah yang disebut "Echoland", alias ruang bergema.
sumber: 9GAG ; Gizmag ; TEMPO.CO

Selasa, Desember 17, 2013

Eco Cycle - Teknologi Kreatif Parkir SEPEDA Bawah Tanah Jepang

www.giken.com
Meskipun Jepang terkenal sebagai salah satu negara pembuat mobil, tapi ternyata warga Jepang banyak memilih naik angkutan umum kayak kereta, dan SEPEDA .

Jumlah sepeda di Jepang cukup banyak, ditambah lagi padat dan ramainya kota, seperti di Tokyo, membuat penyediaan lokasi parkir untuk sepeda menjadi salah satu permasalah kota di Jepang. Tingginya harga tanah membuat pengembangan fasilitas untuk sepeda masih minim. Itu sebabnya, banyak sepeda di parkir sembarangan, seperti di trotoar dan jalanan.

Untuk menyelesaikan masalah ini, perusahaan Giken Seisakusho membuat suatu sistem tempat parkir bawah tanah kedalaman sekitar 11,6 meter dengan bentuk silinder berdiameter 8,15 meter yang dapat menampung 204 sepeda dan bisa memasukan 1 sepeda dalam waktu 13 detik saja. Mereka menyebut konsep desain yang mereka “Culture Aboveground, Function Underground”.

Fasilitas ini disebut dengan nama Eco Cycle ini, diklaim tahan gempa. Menurut informasi dalam www.odditycentral.com, pembuatan 1 buah Eco Cycle hanya memakan waktu 2 bulan saja dan dengan biaya sekitar $ 1,5 juta (dengan kurs $ 1 = Rp 11.000 setara dengan nilai Rp 16,5 miliyar Woww...!!)

Jumat, Desember 14, 2012

Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.


Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

Rabu, November 07, 2012

Jakarta: The Toughest Place to be a Binman

Gerobak Sampah di Brawijaya, Jakarta Selatan (Foto: Jepret Jakarta)
Pagi tadi, saat sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja, saya terpaksa harus mengurangi kecepatan kendaraan ketika sebuah gerobak usang yang dan penuh sampah melitas di depan mobil yang saya kendarai.
Terlihat seorang pria tua berpakaian lusuh dengan perlahan menarik gerobak kotor berwarna coklat (mungkin bukan warna aslinya, tertapi terlihat coklat karena kotornya). Sampah "overload" yang membumbung sekitar 2 meter mengisi kotak gerobak, siapa pun yang melihatnya percaya bahwa gerobak itu "sangat berat".
Di depan saya, gerobak itu berjalan (mungkin lebih tepatnya ditarik dengan sekuat tanaga) dengan kecepatan lambat yang konstan. Jalan yang dilalui tidak begitu besar, walau kecepatan saya terganggu oleh gerobak kotor tersebut, namun tak tega rasanya untuk memberi "klakson".
Saya pun hanya mengikutinya pelan, sambil menunggu lajur kanan kosong, untuk mendapat ruang melewatinya, (berusaha agar keberadaan kendaraan saya) tidak mengganggu pak tua tersebut.

Kamis, November 01, 2012

WiFi Gratis Tersedia di Taman Suropati


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT. Telkom, akan melengkapi taman-taman kota dengan fasilitas Wireless Fidelity (WiFi). Untuk taman yang sudah dilengkapi oleh WiFi saat ini adalah Taman Suropati dan Taman Menteng.

"Di Taman Suropati sudah berfungsi WiFi-nya baru kemarin, sebelumnya sudah ada di Taman Menteng. Di Taman Suropati sudah ada lima titik dengan power yang kuat sekali," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Catharina Soewiryo di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Adapun sepuluh taman yang akan dipasang WiFi tersebut adalah Taman Suropati, Taman Menteng, Situ Lembang, Taman Ayodya, Taman Langsat, Bumi Perkemahan Ragunan, Monas, Lapangan Banteng, Taman Cattleya, dan Taman Tebet.

Rabu, Oktober 31, 2012

Badai Sandy Lumpuhkan New York dan New Jersey

Presiden AS Barack Obama telah menyatakan "bencana besar" di negara bagian New York dan New Jersey setelah badai besar bernama Sandy menerjang wilayah tersebut. Sedikitnya 48 orang tewas, dalam serangan "badai Sandy" di pesisir timur AS tersebut.

Badai Sandy bergerak ke darat Senin malam di kawasan selatan New York dengan angin berkekuatan sepadan dengan topan, dan mengakibatkan banjir parah serta melumpuhkan aliran listrik serta fasilitas lainnya.


Di Manhattan, gelombang badai setinggi empat meter membuat kegiatan yang biasanya ramai di New York berhenti. Sebagian sistem kereta bawah tanah di sana juga tergenang air.

Perdagangan di New York Stock Exchange ditutup Selasa untuk hari kedua berturut-turut, menandai pertama kalinya sejak tahun 1888 perdagangan ditangguhkan selama dua hari berturut-turut karena cuaca. Di tempat lain di New York, sebuah kebakaran besar di wilayah Queens akibat angin kencang telah menghancurkan sedikitnya 50 rumah.

Senin, Oktober 22, 2012

8 Kampung di Pinggir Sungai di Dunia yang Cantik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin membangun kampung susun di bantaran sungai-sungai Jakarta yang padat dengan penduduk. Mungkinkah ide Jokowi ini? Yang jelas, di luar negeri sudah ada beberapa contoh kampung di bantaran kali atau setidaknya berada di tepi perairan. Seperti di 8 negara berikut ini yang dirangkum dan kutip dari berbagai sumber :

1. Klong Damnoen Saduak, Thailand
Thailand-Flickr-Touropia
Lihatlah perkampungan di kanal Klong Damnoen Saduak, di Provinsi Ratchaburi, Thailand ini. Klong dalam bahasa Indonesia berarti kanal. Di kanal ini, bangunan menghadap ke sungai sempit atau kanal yang difungsikan sebagai pasar apung.

Kanal ini bisa dicapai dari Bangkok melalui Klong Saen Saeb. Terlihat ruwet ya, karena ada aktivitas pasar apung di kanal ini. Tapi lihat, tak ada sampah di sungainya membuat penduduk leluasa melakukan kegiatan ekonomi.

Wah kalau pasar apung, di Kalimantan Selatan juga ada bukan?

Kamis, September 13, 2012

Sampah Kita Tanggung Jawab Siapa?

sampah dalam saluran kecil
di wilayah Kecamatan Batu Ampar Jakarta Timur -detik.com
Sampah yang berserakan di area publik, seperti di jalan raya, sungai, terminal, pasar dan tempat-tempat publik lainnya untuk saat ini sepertinya menjadi pemandangan yang "biasa" bagi masyarakat.

Disadari atau tidak sampah-sampah tersebut awalnya adalah hasil buangan dari individu-individu (yang kurang/tidak memperhatikan akan pentingnya kebersihan lingkungan ; katakanlah "individu x").

Namun ketika sampah itu memakin menumpuk, dan mengurangi rasa kenyamanan sepertinya hubungan antara perilaku individu tersebut dengan sampahnya semakin "tipis", dan kaitan yang  lebih "erat" justru "beralih" kepada petugas atau instasi tertentu yang harus bertanggung jawab. Bahkan kadang bukan hanya tugas "baru" yang mereka dapat, tapi juga cacian yang seharusnya diarahkan kepada "individu x" tersebut.

Rabu, Juli 11, 2012

Ingin Ke Desa

Pagi ini, dalam perjalanan ke kantor, stasiun radio yang gue pantengin (ini bahasa Indonesia bukan ya?)  memutar sebuah lagu yang dibawakan oleh group band SHE .yang berjudul Paman Datang.

Menurut gue lagu tersebut sangat menggugah hati, membawa pikiran ini menghayal indah pedesaan dan saat itu juga diri ingin berada desa . . .

Bagaimana tidak? Sebagai warga Jakarta, gedung tinggi menjulang, mall-mall bertebaran dimana-mana, dengan berbagai wahana hiburan modern mungkin bisa memberi hiburan. Namun hiburan dan kesenangan di kota ini tidak bisa menggantikan kenyaman suasana desa yang alami , tenang dan menyegarkan.

Mungkin kehidupan di kota ini sudah begitu penatnya untuk diri ini . . .

Sabtu, Februari 18, 2012

Waspada DBD

(wikipedia.org)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.

Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue

Masa tunas / inkubasi terjadi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :


  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
  2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
  3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
  4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
  5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
  7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
  8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
  9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
  10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.


Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue

Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :

  • Paracetamol membantu menurunkan demam
  • Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
  • Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Menjaga agar jangan sempai terkena DBD, nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Oleh karena itu, sebaiknya kita menghindari berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya.

Pemerintah juga melakukan sosialisasi tidakan yang disebut dengan 3M Plus, yakni Menutup tempat penyimpanan air (tempayan), Menguras tempat penyimpanan air secara rutin (kolam), Mengubur barang barang yang dinilai bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Beberapa cara yang juga efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :


  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
  2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
  3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
  4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Senin, Februari 13, 2012

Jakarta Utara Akan Bangun Jalur Sepeda

(kompasiana.com)
Untuk mengakomodasi pengguna sepeda serta mengurangi polusi udara, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan membangun jalur sepeda.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono menegaskan pihaknya tahun ini akan membangun jalur sepeda sepanjang 50 kilometer. Saat ini, rencana tersebut masih dalam pembahasan pihak-pihak terkait. "Kami masih membahasnya dan tinggal menunggu anggaran dari Dishub DKI Jakarta," ujar Bambang, Minggu (12/2).

Pembangunan jalur sepeda itu akan dibangun mulai dari Jl Marina Raya, Jl Mandala Permai, Jl Pantai Indah Utara, Jl Pluit Karang Barat, Jl Pluit Karang Utara, Jl Pluit Timur, Jl Pluit Selatan, Jl Gedong Panjang, Jl Pakin, Jl Lodan Raya, Jl Yos Sudarso, Jl Tugu Utara, Jl Cakung Cilincing (Cacing), Jl Akses Marunda, serta sepanjang Kali Banjir Timur (KBT). "Jalur sepeda ini nantinya akan menyambung dan menghubungkan ke Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat," katanya

Adapun pembangunan jalur sepeda ini, ditambahkan Bambang bertujuan memberikan fasilitas umum (fasum) kepada masyarakat serta untuk mengurangi polusi sekaligus mendukung program langit biru yang digencarkan Pemprov DKI Jakarta.
sumber: BeritaJakarta

Minggu, Februari 12, 2012

Semua Spesies Saling Punya Pengaruh

www.mizzu.net
Apa Yang Terjadi Jika Seluruh Kucing di Dunia Tiba-tiba Mati?

Banyak orang memelihara kucing dengan alasan yang sederhana yaitu karena kucing tersebut imut dan lucu, memiliki wajah atau penampilan yang menggemaskan. Kucing juga suka diajak bermain apalagi kucing yang masih kecil.

Namun pernahkah terpikir oleh kita, apakah hewan imut dan lucu tersebut berguna dalam kehidupan ini. Anda mungkin sering melihat seekor kucing bermalas-malasan di kursi, tidur sepanjang hari dan hanya sesekali menggeliat atau melirik ke jendela, Anda berpikir mereka adalah hewan tidak berguna.

Para ahli mengatakan, jika seluruh kucing di dunia tiba-tiba mati justru akan timbul bencana.

Kucing, baik yang dipelihara maupun liar, terkesan hanya hidup bergantung pada makanan kita. Tetapi menurut Alan Beck, profesor kedokteran hewan di Universitas Purdue, kucing adalah predator ahli dengan keahlian berburu dan daya adaptasi yang cepat.

"Mereka jago memangsa binatang yang lebih kecil, dan dapat bertahan hidup walau mangsa mereka sudah menipis," kata Alan kepada Life's Little Mysteries, sebuah website turunan dari LiveScience, seperti yang dimuat di Yahoo! News.

Dan itulah sebabnya kita akan merasa kehilangan bila mereka semua tiba-tiba mati. Kucing berperan penting dalam membasmi hama tikus dan cecurut di ladang dan lumbung padi. Di India, kata Alan, kucing memegang faktor penting dalam keberhasilan panen.

Singkatnya, mungkin benar manusia memberi makan kucing. Tapi tanpa kucing, makanan buat manusia juga akan lebih sedikit.

Bila tiba-tiba tidak ada lagi kucing yang menghuni dunia ini, populasi hewan pengerat jelas akan meningkat. Seberapa drastis? Ini gambarannya:

Penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.

Ada efek samping lain. Di Selandia Baru, jika populasi tikus meningkat (karena tak ada kucing) maka populasi burung laut ikut menurun drastis. Sebabnya, tikus suka memangsa telur burung laut. Populasi pemangsa tikus (di luar kucing) juga akan meningkat.

"Semua spesies saling punya pengaruh," kata Alan.



Rabu, Februari 08, 2012

Tukang Sampah di Kota Luzern, Switzerland

Update: Jakarta: The Toughest Place to be a Binman [video]
Belum lama ini beredar pemberitaan yang menceritakan betapa beratnya menjadi tukang sampah di Jakarta. Berita tersebut merupakan "susulan" dari sebuah ulasan khusus di televisi BBC yang berjudul The toughest place to be a binman. BBC London meberikan perbandingan yang kotras dengan menghadirkan Wilbur Ramirez sorang binman (tukang sampah) dari Inggris untuk tinggal bersama Imam tukang sampah Jakarta dan keluarganya di perkampungan miskin ditengah tengah kehidupan kota Jakarta yang kaya dan sangat timpang antara yang kaya dan miskin.

Sayangnya saya sendiri tidak mempunyai fasilitas untuk nonton BBC karena tv di rumah cuma dihubungkan dengan antena PF-Goceng. Jadi cuma bisa baca beritanya aja di web BBC The toughest place to be a binman dan beberapa web berita lokal.

Buat pembaca blog ini yang bernasib sama saya, sebuah foto 'oleh-oleh' perjalanan singkat dari kota Luzern Switzerland (Swiss) berikut ini mudah-mudahan bisa memberikan gambaran bagaimana kota tersebut menangani sampahnya dengan cara yang 'bersih' dan manusiawi.

Luzern Binman

Luzern Binman
Petugas dengan seragam lengkap dan  bersih mulai dari topi hingga sepatu dalam gambar tersebut membuat kita tidak tega untuk memanggilnya sebagai 'tukang sampah' (setidaknya kita akan memanggilnya petugas pengangkut sampah).

Peralatan baik truk maupun bak penampung yang digunakan dalam kondisi layak, dan sampah tersimpan dalam keadaan tertutup. Truk pengangkut sampah yang bersih yang digunakan di Luzern bahkan dapat 'dijual' sebagai media promosi, yang tentunya dapat membantu biaya operasional pengangkutan sampah.

Ya, memang berbeda dengan kondisi di Jakarta. Namun Jakarta dapat berubah menjadi lebih baik, Pemerintah memang harus melakukan langkah-langkah perbaikan pengelolaan sampah, akan tetapi sebagai warga kita juga dapat berperan mewujudkannya. Diantaranya dengan berupaya melakukan 3R (reduce, reuse, and recicle) selama masih memungkinkan dan tentunya jangan lupa membuang sampah pada tempatnya.

Rabu, Januari 04, 2012

Hidup di Kota Ketiga Paling Polutif di Dunia

Dalam catatan akhir tahun 2011 yang disampaikan DPRD DKI Jakarta 29 Desember 2011, kota Jakarta menduduki peringkat tiga kota paling polutif sedunia setelah Mexico City dan Bangkok.

Sebagaimana dilansir Tribunnews (29 Desember 2011), Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan menjelaskan sektor transportasi menyumbang 70 persen dari total emisi pencemar oksida nitrogen (NOx) dan sektor industri menyumbang 70 persen dari total emisi pencemar sulfur dioksida (SO2). Kedua hal tersebut yang membawa Jakarta menempati urutan tiga kota paling polutif sedunia.

Menurut Ferrial, Saat ini Jakarta baru menyediakan 20 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibagi 14 persen untuk publik dan enam persen untuk masyarakat atau privat. Ini masih kurang dari Undang-undang nomor 26 tahun 2007 yang mewajibkan daerah mengalokasikan 30 persen RTH.

Pemprov DKI menargetkan penambahan RTH seluas 22,8 hektar pada tahun 2012. Menurutnya hal tersebut menunjukkan Pemprov DKI serius ingin menambah RTH di Jakarta agar sesuai dengan amanat Undang-undang. Namun ia mencatat, saat ini perlu dikembangkan strategi pengembangan hunian vertikal dibanding horizontal untuk mempercepat pengembangan kawasan RTH kota.

"Saat ini Jakarta sudah kehilangan RTH seluas 12 kali Taman Monas karena pembangunan masih menganut konstruksi hunian horizontal. Konstruksi horizontal membuat RTH semakin menyempit," tandasnya.

Buang Sampah Di Mana?

Bila setiap orang diberikan beberapa pertanyaan simple seputar masalah kebersihan bisa dipastikan jawabanya juga simple dan positif. Misalnya saja:
"Buang sampah di mana?" jawabnya "di tempat sampah"
"Kamu suka bersih atau kotor?" pasti jawabnya "bersih"
Kita juga bisa meyakini bahwa semua pasti pernah dengan ungkapan "Dilarang Buang Sampah Sembarangan" dan secara pribadi pasti menyetujui ungkapan tersebut. Ya tentunya tujuannya baik, yaitu agar lingkungan tidak kotor akibat dari sampah yang berserakan di mana-mana.

Tapi apakah kebersihan itu mudah dan simple? Kenyataan kita malah lebih mudah menemukan sampah berserakan di area publik.

Lingkungan yang kotor mengganggu keindahan dan bisa mengakibatkan munculnya sumber-sumber penyakit.

Oleh karena itu tak ada salahnya saya mengajak pembaca blog ini untuk selalu bertanya kepada diri sediri terutama ketika hendak mebuang sampah dengan pertanyaan simple dalam hati "Buang sampah di mana?" jawabnya "di tempat sampah" sehingga dengan demikian tumbuh keinginan untuk tertib dan diikuti dengan tindakan membuang sampah pada tempatnya.

Mari kita jaga lingkungan kita menjadi linkungan yang bersih dan sehat.

Senin, April 18, 2011

"Pulau Neraka" Pelajaran Untuk Indonesia

Pulau Dewata berubah sebutannya menjadi Pulau Neraka, begitulah ungkapan yang dilansir oleh TIME sebuah media massa internasional dalam artikelnya yang berjudul Holidays in Hell: Bali's Ongoing Woes.

Artikel yang ditulis Andrew Marshall tersebut, membahas sejumlah masalah yang melilit Pulau Bali.

Andrew membuka tulisannya dengan kotornya pantai Kuta, salah satu lokasi wisata paling ramai di Bali. Sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta. Ini membuat awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang lebih dari 30 menit di pantai tersebut, karena khawatir terkena infeksi kulit.

Selain masalah polusi di pantai, lanjut Marshall, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik mati hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.Marshall juga menyandingkan kemacetan di Bali menyerupai di Jakarta. Sementara soal kriminalitas yang menyasar ke turis asing, sejak Januari lalu Polda Bali, menurut Marshall, menerapkan tembak ditempat bagi kriminal.

Andrew menilai, infrastruktur pulau kurang cepat mengantisipasi perubahan pariwisata Bali, salah satu masalah utama adalah kebanyakan turis. Pada 2001, Bali didatangi 1,3 juta turis asing. Sepuluh tahun kemudian, meski pernah terjadi Bom Bali I dan II, turis yang datang ke Bali melesat mencapai dua juta orang per tahun. Ini belum terhitung jutaan turis lokal. Hotel dan pusat belanja tiba-tiba muncul di mana-mana. Sebaliknya, pembangunan ini kurang memperhitungkan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, selokan, parkir.

Permasalahan sangat mengenaskan yang kini terjadi di Bali, seharusnya menjadi perhatian pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Ini adalah "warning" di mana keinginan untuk membangun wilayah tidak diikuti dengan pengeloaan yang baik.

Pengelolaan wilayah seharusnya memperhitungkan dan mempersiapkan efek-efek yang terjadi akibat pembangunan dan aktivitas wilayahnya. Dimana dalam hal ini diperlukan suatu pendekatan sistem agar efek positif dan negatif dapat terprediksi lebih awal sehingga memungkinkan untuk dilakukan antisipasi terhadap permasalahan yang akan terjadi.
referensi: TIME, Republika

Kamis, Maret 31, 2011

Menuju "Nol" Emisi, Uni Eropa Akan Melarang Mobil dan Pesawat

Melarang mobil di kota besar, pasti terdengar sebagai suatu kebijakan yang sangat ekstrim, namun hal ini tengah diwacanakan Uni Eropa agar dapat terealisasi pada tahun 2050.

Berdasarkan masterplan Uni Eropa, kendaraan roda empat akan dilarang di London maupun kota-kota lainnya. Masterplan tersebut bertujuan mengurangi emisi CO2 hingga 60 persen dalam waktu 40 tahun ke depan.

Seperti lansir oleh Antara News (30/02/2011), Komisi Eropa pada awal pekan ini memperkenalkan "wilayah transportasi tunggal Eropa" yang akan "membuat perubahan besar dalam pola transportasi orang," pada tahun 2050.

Rencana tersebut juga akan  mengakhiri beberapa jenis penerbangan  karena  50 persen dari semua perjalanan yang jaraknya lebih dari  186 mil akan diharuskan menggunakan  kereta api.
Sasaran utama dari pengurangan  emisi itu adalah mencapai angka "nol" untuk jumlah mobil bensin dan diesel i di kota-kota masa depan Uni Eropa.
Siim Kallas, anggota komisi transportasi Uni Eropa, menegaskan bahwa arahan Brussels dan pajak baru untuk bahan bakar ditujukan "memaksa orang" pindah dari kendaraan pribadi ke transportasi  "alternatif".

"Artinya tidak akan ada lagi mobil berbahan bakar konvensional di pusat-pusat kota," katanya.

Christopher Monckton, juru bicara suatu perkumpulan transportasi  mengatakan: "Uni Eropa pastinya sedang ada dalam realitas alternatif, mereka merasa bisa  menghabiskan triliunan pound serta  melarang orang menggunakan kendaraannya."

Rabu, Oktober 27, 2010

Duka Indonesia! (Mentawai, Yogyakarta, Wasior)

Di saat ibu kota Jakarta tergenang banjir akibat hujan lebat, gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang diikuti tsunami terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini menewaskan 112 orang, 502 lainnya masih dinyatakan hilang, dan 4.000 keluarga mengungsi.

Dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, letusan Gunung Merapi menewaskan sedikitnya 24 korban. Tidak hanya itu, Hampir semua rumah warga di Kinahrejo hancur tersapu awan panas Gunung Merapi yang diperkirakan mencapai 600 derajat celcius dengan kecepatan 300 kilometer per jam.

Di Timur Indonesia, masih belum hilang dari ingatan, banjir bandang meluluh lantakan sebuah distrik  bernama Wasior. Puluhan orang tewas. Bala bantuan datang agak sedikit terlambat mengingat lokasi yang agak sulit dijangkau.

Sungguh, Indonesia tengah berduka. Atas segala cobaan yang menimpa negeri ini, mari bersama-sama menundukkan kepala dan berdoa agar segala tragedi membawa hikmah dikemudian hari.

Sabtu, Oktober 23, 2010

Taman Nasional Komodo Masuk Final 'New Seven Wonder'

TAMAN Nasional Komodo Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 28 finalis "New Seven Wonders" (N7W). "Salah satu alasan terpilihnya Taman Nasional Komodo ini karena komodo memilki keistimewaan yaitu binatang purba yang masih hidup dan hanya ada di Indonesia," kata aktivis komodo, Zeby Febrina, kepada pers, di Jakarta, Jumat (22/10).

Saat ini Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta pemerintah Provinsi Jakarta melakukan "biding" untuk memenangkan tempat penyelenggaraan deklarasi yang akan diselenggarakan pada 11 November 2011.

Indonesia telah mendapatkan posisi nominasi teratas melawan Amerika Serikat dengan keunggulannya Grand Canyon, Uni Emirat Arab (UAE) dengan Bu Tinah, Vietnam dengan Halong Bay dan sembilan negara yang mengunggulkan Amazon yang dipimpin oleh Brazil.

(liputan6.com)
Zeby mengatakan, keputusan mengenai negara yang akan dipilih sebagai penyelenggara akan ditetapkan satu tahun sebelum deklarasi yaitu, pada 11 November 2010. Masyarakat Indonesia dihimbau untuk mendukung Taman Nasional Komodo dengan mengujungi situs website di www.new7wonders.com.


Selain itu, untuk mendukung Taman Nasional Komodo ia juga banyak merekrut Ranger Komodo yang berasal dari berbagai bidang, salah satunya seorang pembalap Indonesia, Rio Haryanto. Nantinya Rio yang merupakan satu-satunya pembalap internasional termuda akan mencoba mobil formula satu pada ajang olahraga internasional sekaligus akan mensosialisasikan Taman Nasional Komodo.

Sejak 20 Oktober 2010 Presiden "New Seven Wonders", Bernard Weber, bersama dengan Dewan Direksinya, Jean Paul de la Fuente melakukan kunjungan ke Jakarta untuk mendapatkan gambaran dan suasana yang lebih nyata tentang Jakarta dan Indonesia.

Mereka mendapatkan kesan yang positif tentang Jakarta. Dia menyampaikan bahwa Indonesia mampu, aman, memiliki fasilitas dan dukungan pemerintah sehinnga kedepannya Indonesia akan masuk kedalam penyelenggra acara internasional.

Zeby berharap melalui dukungan ini, komodo dapat dikenal diseluruh dunia dan masyarakat semakin sadar bahwa bukan hanya komodo yang harus dilindungi tetapi semua binatang yang hampir punah di Indonesia.

Jumat, September 24, 2010

Banyak Mall, Apa Artinya?

Pesatnya pembangunan ternyata bukan jaminan majunya sebuah kota. Persepsi banyak mal sebagai tanda kota sudah berkembang merupakan pemahaman yang salah.

Dalam diskusi "Jakarta Tenggelam" di Fadli Zon Library, Jakarta, Kamis 23 September 2010, Sosiolog asal Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, sebagaimana dimuat oleh VIVAnews menyapaikan "Itu kesesatan cara berpikir. Padahal itu (banyak mal berdiri) mengindikasikan banyaknya public space (ruang publik) seperti play ground dan taman yang hilang. Apalagi kalau banyak yang jalan-jalan di mal, itu tanda-tanda masyarakat 'sakit',".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...