Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 23, 2013

Transjakarta Luncurkan Tiket Elektronik


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini meluncurkan kartu e-ticketing Bus Trans-Jakarta di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Momen itu bertepatan dengan peringatan 100 hari dilantiknya pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

e-ticketing yang mirip kartu ATM ini merupakan kerja sama lima bank. Bank tersebut juga membantu investasi e-ticketing Trans-Jakarta. Sebagai kompensasi, bank dapat memanfaatkan halte busway untuk sarana edukasi dan pemasangan mesin ATM sebagai sarana isi ulang.

Selasa, Oktober 30, 2012

Kegiatan Jokowi-Basuki Bisa Disaksikan di Youtube


Kegiatan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dapat disaksikan melalui Youtube. Channel / account dengan nama PemprovDKI saat ini sudah terdapat 4.203 subscribers dan sebanyak 980.750 pengunjung telah melihat video-video itu.

Menurut deskripsi, dalam account tersebut berisi Official Video Kegiatan Gubernur dan Wagub Provinsi DKI Jakarta yang disiapkan oleh tim Sie Penyiapan Materi dan Publikasi Diskominfomas DKI.

Sebagaimana dilansir Kompas.com (30-10-2012), Madjid, salah seorang staf humas yang juga sebagai kameramen humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, membenarkan perihal keberadaan account video tersebut. "Iya, benar memang itu asli punya Pemprov DKI," kata Madjid, Selasa (30/10/2012).

Dia mengatakan, account Pemprov DKI itu sudah ada sejak pelantikan Jokowi-Basuki. "Itu memang inisiatifnya Pak Wagub, Mbak," kata Madjid.

Rabu, Agustus 08, 2012

Stasiun Isi Ulang Listrik

Stasiun isi ulang listrik memang sepertinya suatu yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Namun dalam beberapa tahun ke depan mungkin hal ini akan menjadi suatu yang biasa.

Sebagaimana dilansir oleh VIVAnews (5-8-2012), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meresmikan sekaligus pemanfaatan perdana Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Indonesia. SPLU ini mampu menyalurkan listrik sampai dengan 32 A atau 7040 VA guna memenuhi kebutuhan salah satunya mobil listrik ke depannya.


Sistem kerja SPLU PLN ini seperti telepon umum. Pengguna tinggal memasukan koin yang berlaku seperti Rp 100, Rp500, Rp1.000 kedalam SPLU, lalu pengguna dapat mendapatkan energi dengan daya dan rentang waktu tertentu. "Hanya saja kalau telepon umum anda dapat pulsa menelepon, kalau ini anda mendapat listrik," ujarnya.


Dahlan menyampaikan, "Ke depannya, SPLU-PLN ini akan dikembangkan lebih lanjut, khususnya terkait dengan sistem pembayaran dari koin menjadi uang kertas atau elektronika,". Dia juga menegaskan, SPLU-PLN ini tidak hanya diperuntukkan guna pengisian energi mobil listrik, tapi segala jenis peralatan listrik, seperti handphone, laptop dan berbagai macam alat listrik lainnya. "Satu unit ada dua titik (stop kontak) jadi bisa mengisi dua alat elektronik," tandasnya.

Ini bisa dikatakan sebuah inovasi baru dari sang Mentri. Namun jika kita melihat situasi saat ini, karena mobil listrik masih baru mulai diperkenalkan di Indonesia, begitu pula motor listrik relatif belum ada yang menggunakannya. Maka stasiun isi ulang listrik belum memiliki manfaat langsung. Walaupun tidak ada salahnya pula, karena sang Menteri BUMN juga sudah mengagendakan produksi mobil listrik nasional (dan pemasaran tentunya) pada tahun 2013 mendatang.

Sebelum beranjak untuk kebutuhan mobil atau motor listrik, rasanya layanan semacam ini akan dapat bermanfaat pula bila ditempatkan di tempat umum seperti terminal, stasiun kereta, bakan di dalam pusat perbelanjaan.

Kesulitan mecari "colokan" listrik disaat handphone anda kehabisan baterai. Padahal saat itu anda sangat perlu menghubungi seseorang. Upaya meminjam hanphone teman atau orang pun mungkin tidak ada gunanya karena nomor yang ingin anda hubungi ada di dalam handphone anda yang saat itu mati total. Hal tersebut mungkin tidak akan terjadi bila didekat kita terdapat SPLU.

Kamis, April 26, 2012

Jakarta Resmi Canangkan Pembangunan MRT


Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo secara resmi mencanangkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) tahap I koridor Selatan-Utara sepanjang 15,7 kilometer yang membentang dari Lebakbulus hingga Bundaran HI. Pencanangan dilakukan siang ini di Stadion Lebakbulus, Jakarta Selatan, Kamis (26/4).

Kabid Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Komifomas) DKI Jakarta, Cucu A Kurnia mengatakan, dengan pencanangan itu, berarti tahap awal pembangunan yakni melaksanakan pekerjaan persiapan pembangunan MRT telah resmi dimulai. "Pak Gubernur akan mencanangkan pembangunan MRT siang ini," ujar Cucu, Kamis (26/4).

Pekerjaan-pekerjaan persiapan yang langsung bisa dimulai antara lain Pemindahan Terminal Angkutan Umum Lebakbulus, pemindahan Stadion Lebakbulus, pemindahan ultilitas, pelebaran Jl Fatmawati, dan pembangunan kantor proyek.

Ditambahkan Cucu, pencanangan ini merupakan langkah serius sekaligus strategis dari Pemprov DKI Jakarta dalam membenahi persoalan transportasi di ibu kota. MRT, kata Cucu, akan menjadi moda transportasi andalan dan tulang punggung pembenahan transportasi di Jakarta. "Dengan adanya MRT, masyarakat diberikan pilihan bertransportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu," katanya

Direncanakan, pekerjaan persiapan akan selesai hingga akhir tahun ini dan pekerjaan fisik akan dimulai pada Januari 2013. "Kita harapkan MRT sudah bisa beroperasi melayani masyarakat pada akhir tahun 2016," katanya.

Ketika ditanya adanya keraguan dari sebagian masyarakat terkait masa depan dari proyek MRT ini, Cucu menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena proyek MRT Tahap I ini sudah siap dilaksanakan karena dari segala aspek terutama aspek pembiayaan, Amdal, dan aspek teknis lainnya sudah siap.
sumber: BeritaJakarta

Jumat, Januari 13, 2012

DKI Jakarta Akan Berlakukan Pajak Parkir Secara Online

Dinas Pelayanan Pajak (DPP) Provinsi DKI Jakarta beniat meng-online-kan pajak parkir. Wacana yang rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun 2012 itu ditujukan untuk meminimalisasi kebocoran pemasukan Daerah dari pembayaran pajak parkir yang saat ini masih menggunakan sistem manual dengan menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPPD).
Kelemahan self assessment system atau pembayaran pajak dibayar sendiri oleh wajib pajak adalah pada kepatuhan dan kejujuran wajib pajak (Iwan Setiyawandi).
Sebagaimana dilansir Pok Kota (3 Januari 2012), Catatan DPP Provinsi DKI Provinsi Jakarta, penerimaan pajak dalam tiga tahun terakhir antara lain, pada 2009 pajak yang masuk Rp139 miliar dari target Rp150 miliar. Tahun 2010 Rp125 miliar dari target Rp165 miliar, dan 2011 menerima Rp158 miliar dari target Rp185 miliar.“Mudah-mudahan dengan sistem online ini bisa mengurangi kebocoran, meski tidak menutup kemungkinan kebocoran masih bisa terjadi,” ujar Kepala Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta, Iwan Setiawandi.

Media Indonesia (8 Januari 2012), melansir bahwa nantinya sistem pungutan pajak akan langsung terkoneksi dengan sistem online pajak milik Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta. Kendati demikian, pola dan mekanisme pemungutan pajak tersebut masih harus menunggu revisi Perda Perparkiran yang saat ini masih dalam pembahasan di Badan Legislatif DPRD DKI Jakarta.

"Rencananya, penerapan pajak online terhadap pajak parkir akan diterapkan tahun ini, setelah pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2012 pada pertengahan tahun,", Iwan Setiawandi, di Jakarta, pada Minggu (8/1).

Untuk mendukung langkah tersebut, lanjutnya, saat ini Dinas PPD DKI sedang melakukan persiapan pendataan sekitar 1.074 lokasi parkir dalam gedung atau off street. Dengan begitu, akan diketahui dengan mudah di mana kebocoran pendapatan pajak parkir dan langkah pencegahannya, ungkapnya.

Sambil menunggu tim investigasi bekerja, tutur Iwan, pihaknya sedang menyiapkan rencana detail penerapan pajak parkir secara online seperti yang telah dilakukan terhadap pajak hotel, restoran dan hiburan sejak tahun 2010.

“Sesuai rencana nantinya di setiap gate ke luar parkir dalam gedung, akan kita sambungkan dengan sistem komputerisasi di Dinas Pelayanan Pajak DKI. Sehingga dapat diketahui berapa jumlah kendaraan baik motor atau mobil yang ke luar dan membayar parkir. Sebab dari tarif parkir, sebanyak 20 persennya merupakan pajak yang harus dibayarkan,” jelasnya.

Kamis, Januari 05, 2012

Tiket Elekronik KRL Jabodetabek Mulai Dijual Februari 2012

tiket kertas KRL Jabodetabek
Berbagai langkah dilakukan oleh PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk meningkatkan pelayanan kepada penggunanya. Langkah tersebut diantaranya mulai diterapkannya sistem tiket elektonik (e-ticketing) yang disebut comet (commuter electronic ticket) di 35 stasiun KRL yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Februari 2012.

Sebagaimana dilansir Suara Pembaruan 4 Januari 2012, tahap awal penerapan e-ticketing, PT KCJ rencananya akan menggunakan sebanyak 15.000 lembar kartu elektronik untuk menggantikan sebagian tiket berlangganan.

Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran, menjelaskan, pengoperasian e-ticketing merupakan bagian dari rangkaian pembenahan yang dilakukan PT KCJ dan PT KAI setelah sebelumnya melakukan perubahan operasi jalur lingkar (loopline). Rencananya PT KCJ akan memperluas penerapan sistem tiket elektronik di 50 stasiun kereta pada April hingga Juni 2012.

“Karcis kertas biasa masih tetap berlaku dan berjalan sebagaimana mestinya. Sosialisasi secara perlahan akan terus kami berikan kepada masyarakat agar tidak bingung cara menggunakannya,” ucap Makmur.

Selama periode ini, Makmur menjelaskan, PT KCJ akan memantau penuh pelaksanaan tiket elektronik. Bila tidak ada hambatan, mulai Juni atau pertengahan Juli 2012, sistem tiket perkeretaapian Jabodetabek secara penuh akan menerapkan e-ticketing. Penggunaan tiket elektronik tersebut akan diberlakukan di seluruh stasiun kereta Jabodetabek (63 stasiun).

Dijelaskannya, untuk merealisasikan e-ticketing, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan lima bank besar di Indonesia (BNI, Mandiri, BRI, Bank DKI, dan BCA). Nantinya, selain KCJ, kelima bank tersebut juga akan mengeluarkan tiket elektronik sebagaimana yang dikeluarkan PT KCJ.

Dengan demikian, jelasnya, dalam mengisi ulang tiket, masyarakat nantinya bisa langsung ke setiap stasiun kereta atau mengisinya melalui masing-masing atm bank yang bersangkutan. Cara pengisian kredit tiket eklektronik juga bisa dilakukan melalui topup layaknya pengisian pulsa telepon genggam.

Kamis, Agustus 04, 2011

Kalau Bukan Kita Yang Melindungi Siapa Lagi?

Anda mau beli Batik? Awas jangan asal beli! Kini banyak ditemukan batik produksi China dengan motif yang mirip dengan batik lokal (Indonesia). Seperti dilansir detik.com (02-08-2011) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, batik asal China ini ditawarkan harga yang murah karena mengandalkan jenis batik print yang mampu dibuat massal.

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, motif batik buatan China bukan asli kreasi perajin Negeri Tirai Bambu itu. Namun motif-motif itu datang dari perajin Indonesia yang ada di China. Rencananya batik-batik asal China seperti yang ada di Tanah Abang akan ditertibkan.

Tentu sebagai warga yang mencintai warisan budaya kita sepakat, produk batik Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia ini harus dilindungi.

Untuk membedakan produk batik lokal dengan impor, Kementerian Perindustrian berinovasi melalui BATIK MARK. BATIK MARK adalah label produk 'batik Indonesia' sebagai jaminan kualitas batik.

Batik Mark Indonesia merupakan tanda label yang diberikan Balai Batik Indonesia setelah pengusaha batik mengirimkan uji sampel kain batiknya. Selanjutnya, sampel kain batik itu diteliti melalui proses pengujian di laboratorium uji dan lolos tes Standar Nasional Indonesia (SNI).

Label tersebut dapat disertakan pada batik tulis, batik tulis cap, dan batik cap.

Batik Mark “batik INDONESIA” ternyata telah terdaftar sebagai hak cipta nomor 034100 dengan tanggal pendaftaran 05 Juni 2007.

Pemerintah tentu tidak boleh tinggal diam dengan kehadiran produk impor yang "menjiplak" budaya Indonesia ini, dan kita sebagai warga seharus dapat mengedepankan nasionalisme menyikapi persoalan ini.
Kalau Bukan Kita Yang Melindungi Budaya Indonesia, Siapa Lagi?

Sabtu, Juni 11, 2011

Macet? Take Off Saja Dengan Motor Terbang

gizmag
Macet yang banyak terjadi di kota-kota besar seperti di Jakarta memang menyebalkan! Di tengan antrian kendaraan panjang membuat yang kita tak berkutik, mungkin terlintas sebuah khayal seandainya kita bisa terbang meluncur bebas melewati antrian tersebut. Wow....! Tentu rasa PUAS yang teramat!

Sepertinya khayal itu tak lama lagi bisa menjadi nyata. Dilansir oleh detikOto.com, seorang warga Australia, Chris Malloy yang telah berhasil membangun Hoverbike, motor terbang yang dapat mengangkut satu pengendara dengan rangka yang dibuat dari serat karbon diperkuat dengan bahan kevlar ringan namun kuat.

gizmag
Motor terbang yang dengan mesin 4 stroke berkapasitas 1.170 cc, memiliki dua baling-baling sebagai pengganti roda ini mampu menyalurkan tenaga hingga 80 kW dan terbang hingga ketinggian 10.000 kaki. Malloy mengklaim Hoverbike yang dibangun selama dua tahun diakhir pekan ketika libur bekerja ini sanggup melesat hingga kecepatan 150 knot atau sekitar 278 km perjam seperti dilansir hover-bike.

Hoverbike dibangun dengan mengikuti prinsip yang dipakai helikopter Chinook dengan rotor tandem. Kedua rotor baling-baling berputar dengan arah yang saling berlawanan untuk melenyapkan efek torsi dari kedua rotor.

Sementara untuk pengendalianya, Hoverbike pun tampil layaknya motor pada umumnya. Setiap pengendalian dapat dilakukan dengan stang kendaraan mau maju atau mundur. Grip sebelah kanan bertugas untuk meningkatkan daya dorong, sementara grip kiri mengontrol sudut kontrol motor untuk gerak maju, naik atau mundur. Dan untuk keamanannya, ada dua parasut di motor tersebut untuk berjaga-jaga andai baling-baling motor itu mengalami kerusakan ketika diudara.

gizmag
Dengan dimensi 3x1,3x0,55 m (PxLxT) dan berat 105 kg, Malloy mengklaim motor terbangnya mampu terbang hingga 148 km dengan 30 liter bensin ditangki utama. Bila menggunakan bensin di tangki tambahan, maka motor akan dapat menjelajah jarak yang lebih jauh lagi.

Malloy berharap dirinya mampu memproduksi secara terbatas di tahun pertama, dan pada dua tahun mendatang produksi massal motor terbang ini minimal 100 unit pertahun dengan harga sekitar US$ 40 ribu atau sekitar Rp 340,7 jutaan. Bila harga bisa diturunkan lagi, Malloy malah yakin akan ada 1.000 unit Hoverbike yang terjual pertahunnya.

Menurut Malloy, motor ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari usaha pencarian dan penyelamatan bila terjadi bencana atau kecelakaan, survei udara, syuting film, inspeksi saluran listrik dan militer atau layanan darurat.

Meski Malloy mengatakan Hoverbike bisa digolongkan sebagai kendaraan ultralite, yang berarti bahwa tidak akan memerlukan lisensi (Surat Izin Mengemudi / SIM) pilot untuk menerbangkannya. Bila Hoverbike benar benar dijual kepada masyarakat tentu regulasi tetap menjadi suatu hal yang penting untuk Hoverbike, bayangkan saja bila sebuah kota sudah beredar lebih dari 1000 unit di udara pastinya permasalahan yang ada lebih dari sekedar SIM pengendaranya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...