Tampilkan postingan dengan label Keamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 11, 2011

Inggris Rusuh!

Inggris mencekam! Kerusuhan melanda London dan kota-kota Inggris lainnya. Menurut warga di kawasan-kawasan yang mengalami kerusuhan, huru-hara itu dipicu oleh ketegangan lokal dan kemarahan atas kesulitan ekonomi di London di mana kesenjangan antara warga kaya dan miskin terus bertambah besar.

Dalam kerusuhan pada Senin, 8 Agustus malam waktu setempat, aksi penjarahan dan pembakaran terjadi di sejumlah titik. Para saksi mata mengaku melihat beberapa kasus pencurian mobil oleh sekelompok penjarah.


Dalih Perusuh

"Kami tak punya pekerjaan, tak punya uang. Kami dengar orang-orang lain mendapatkan barang-barang dengan gampang, jadi kenapa kami tidak?" cetus E.Nan, seorang pemuda di Hackney, kawasan multietnis di sebelah timur London.

Seorang profesor Inggris meyakini bahwa kerusuhan itu adalah soal kaum berpunya dan kaum papa. "Ini murni bukan soal ras, keyakinan dan kelas," kata Profesor Mike Hardy, Executive Director lembaga Institute of Community Cohesion.

"Salah satu pemicu paling kuat adalah tentang kaum berpunya dan tidak. Ini tentang mereka yang terkesampingkan," tuturnya seperti diberitakan Reuters, Selasa (detik.com 9/8/2011).

Pemicu Kerusuhan

Mark Duggan mungkin bukan siapa-siapa di tengah masyarakat kota London. Pria yang akrab disapa 'Starrish Mark' ini memiliki tunangan bernama Semone Wilson, namun Mark sudah memiliki empat orang anak.

Namun, Kamis 4 Agustus 2011 menjadi hari yang naas untuk semua pihak, baik polisi maupun warga. Saat itu polisi sedang menggelar apa yang mereka sebut sebagai Operasi Trident. Ini adalah operasi untuk menekan penggunaan senjata api untuk kriminal pada masyarakat kulit hitam di London.

Seperti diberitakan Sky News edisi 4 Agustus, tepatnya di jalan Ferry Lane, Tottenham, pada petang hari, polisi menghentikan sebuah mobil untuk memeriksa pengemudinya. Mark berada di dalam mobil itu.

Belum ada yang menjelaskan bagaimana proses pemeriksaan itu berlangsung. Namun kemudian diketahui Mark membawa pistol dan dor! Baku tembak terjadi pukul 18.15 waktu setempat. Peluru dari Mark hanya mengenai radio komunikasi milik polisi, namun tidak demikian dengan Mark. Dia meregang nyawa karena peluru polisi menembus tubuhnya.

Siapakah yang menembak duluan? Semua pihak punya versi masing-masing. Namun yang jelas, pihak keluarga menyalahkan polisi.

"Ada yang salah dan mereka mencoba menutupinya. Kalau Mark pegang senjata, kenapa tidak ditembak tangannya saja? Saya coba bertanya, polisi diam saja. Polisi juga tidak memberi tahu orangtuanya," kata Semone Wilson kepada The Sun, Selasa (9/8/2011).

Semone membela Mark. Menurut dia, pacarnya selama 13 tahun itu membawa senjata hanya untuk jaga-jaga saja, karena sepupunya ditikam hingga tewas di sebuah klub malam pada Maret 2011.

Awal Kerusuhan

Tewasnya Mark lantas memicu kemarahan warga kulit hitam lainnya di Tottenham. 300-an Orang turun ke jalan dalam aksi damai memprotes kematian Mark Duggan pada Sabtu (6/8) malam.

Suasana damai berubah rusuh ketika sekitar 300 hingga 500 orang berkumpul di sekitar kantor polisi Tottenham. Beberapa demonstran kemudian membuat bom molotov dan melemparkan ke barisan polisi. Yang lainnya melawan polisi dengan tongkat bisbol dan balok serta mencoba menyerbu kantor polisi.

Aksi berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Kerusuhan satu berujung pada kerusuhan lain.
sumber: detik.com

Jumat, Mei 20, 2011

Glorious Mission : Tentara Amerika Jadi Target Tembak Tentara Cina

Perusahaan software Cina Giant Interactive Group, Inc beker jasama dengan People’s Liberation Army membuat sebuah video game First Person Shooters (FSP) yang bejudul "Glorious Mission".

Secara penampilan blog China Defense Blog menuliskan bahwa game ini dibuat dengan cukup baik.
"Graphics definitely on par with at least the COD series, and it seems to be more a combined-arms military shooter styled after Operation Flashpoint."
Akan tetapi, ada hal yang menarik perhatian dari game ini, seperti dilansir oleh wired.com (17/05/2011) Gloriuos Mission menempatkan tentara Amerika sebagai "the bad guys" dan menjadi taget penembakan. Games yang mirip dengan Call of Duty tersebut dijelaskan oleh Wired:
"But there's one key difference between the American and Chinese 'shooters.' Where the bad guys in America's Army are generic Middle Eastern or Central Asian insurgents and terrorists, the enemy in Glorious Mission is apparently the U.S. military. A TV report offers glimpses of an American-made Apache gunship crashing in flames."
Meskipun Glorious Mission adalah hanya sebuah games komputer, majalah TIME melalui akun facebook-nya menyampaikan kekhawatiran:
"A Chinese video game has players shooting U.S. soldiers. When is a game just a game and when is it a legitimate threat?"
Namun demikian TIME juga menjelaskan bahwa ada game buatan Amerika yang menampilkan seragam militer aktual sebagai lawan permainan yang dikaitkan dengan koteks sejarah.

Sebagai penjelasan tambahan silakan saksikan diskusi tentang game ini dari TYT NETWORK:

Selasa, April 05, 2011

"Chaiyya Chaiyya" : Polisi Juga Manusia

Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni yang jelas dimiliki semua manusia.



Oleh karena itu, sepertinya kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini, video yang berisi aksi seorang anggota Korps Brimob (terlihat dari logo di bahu kanan sang petugas) yang menari sambil menirukan sebuah lagu India. Gayanya kocak dan segar.



Lagu India itu aslinya berjudul "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).

sumber: Yahoo! News

Sabtu, Oktober 02, 2010

Indonesia VS Uruguay

Izin FIFA Sudah Turun

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah merestui pertandingan persahabatan antara tim nasional Indonesia melawan Uruguay pada 8 Oktober mendatang.

Dikutip dari Kompas,  Sekjen PSSI, Nugraha Besoes mengatakan "Pada 30 September FIFA sudah mengeluarkan izin pertandingan. Baik untuk melawan Uruguay pada 8 Oktober, dan pertandingan selanjutnya lawan Maladewa pada 12 Oktober mendatang," kata .

AFP/Gabirel Bouys
Dua pemain terbaik Uruguay, Diego Forlan (kanan) dan Luis Suarez,
dipastikan bakal tampil di Jakarta saat uji coba 
Uruguay lawan Indonesia, 8 Oktober 2010.
Uruguay dipastikan akan membawa skuad intinya ke Jakarta. Duet maut, Diego Forlan dan Luis Suarez. Rencananya, Forlan dan kawan-kawan akan tiba di Jakarta pada Selasa (6/10/2010) pukul 15.30. Keesokan harinya, mereka akan menggelar latihan tertutup pagi dan sore di Gelora Sumantri Brodjonegoro, Kuningan.

Indonesia Aman

Tahun lalu, rencana kedatangan MU yang tinggal selangkah lagi tercapai musnah seketika ketika dua ledakan besar terjadi di Kuningan, yang salah satunya terjadi di hotel yang akan diinapi skuad 'Setan Merah'. Kini setahun berselang, timnas berkesempatan lagi untuk menjajal tim berkelas dunia yaitu Uruguay, tim yang memperoleh peringkat ke-empat pada Piala Dunia 2010.

Diberitakan oleh detikSport, Tim Amerika Latin itu sudah memastikan tak akan takut dengan tragedi MU setahun lalu dan akan membawa tim terkuatnya melawan 'Merah Putih' 8 Oktober mendatang. Meski begitu ketakutan tetap saja membayangi PSSI khususnya pihak panitia dalam hal ini. Apalagi belakangan kondisi keamanan di dalam negeri sedang tak stabil, dengan adanya pertikaian antar etnis dan ancaman terorisme yang siap mengancam kapan saja.

"Saya mengharapkan sih tidak terjadi apa-apa jelang kedatangan Uruguay besok. Sebab jika tragedi itu berulang, yang malu dan rugi bukan hanya PSSI dan panitia, tapi seluruh masyarakat Indonesia di mata dunia Internasional," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Senayan, Kamis (30/9/2010) sore WIB.

Rabu, September 15, 2010

Amankah Trotoar di Jakarta Untuk Berjalan Kaki?

Berjalan kaki dapat mejadi pengalaman yang mengerikan disebagian tempat. Kurang nyamannya ketersedian prasarana dan fasilitas dapat menjadi masalah serius bagi keselamatan pejalan kaki.

Belum lama ini GOOD Megazine menyampaikan daftar 21 kota yang paling berbahaya bagi pejalan kaki di seluruh dunia dengan tingkat kematian yang tertinggi berdasarkan Data dari The New York City Safety and Action Plan, Agustus 2010. Pada urutan pertama dari daftar tersebut Atlanta, Detroit dan Los Angeles dengan tingkat kematian 10,97, 10,31 dan 7,64 per 100.000 penduduk.

Selain kota-kota di Amerika dan Eropa, juga disebutkan kota-kota di Asia yang termasuk dalam daftar tersebut. Yang menarik Tokyo dengan populasi lebih dari 13 juta penduduk, lebih aman bagi pejalan kaki dari Detroit, yang memiliki populasi kurang dari 100.000.

Lalu bagaimana dengan Jakarta, apakah kota ini cukup aman bagi pejalan kaki? Rasanya tidak. Secara umum, kota dengan jumlah penduduk lebih dari 9,5 juta penduduk (sensus penduduk 2010) rasanya belum bemiliki prasarana (trotoar) yang baik untuk pejalan kaki. Belum lagi jalan di Jakarta yang selalu ramai hingga membuat kemacetan tidak jarang membuat pengendara sepeda motor naik ke trotoar.

Sesungguhnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas melindungi para pejalan kaki dengan menyebutkan bahwa pejalan kaki memiliki hak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain, dan mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan prasarana dan fasilitas yang ada pastinya sangat penting untuk mewujudkan area berjalan kaki yang aman dan nyaman di jalan raya. Dan tentunya diperlukan juga ketertiban serta kesediaan masyarakat untuk menggunakan fasilitas dengan sebaik-baiknya dan mengikuti peraturan yang ditetapkan.

Fatalitas Pejalan Kaki per 100.000 penduduk
1. Atlanta 10.97
2. Detroit 10.31
3. Los Angeles 7.64
4. Baltimore 7.54
5. Philadelphia 6.22
6. Chicago 5.89
7. Washington D.C. 5.74
8. Milwaukee 5.68
9. San Francisco 4.33
10. Boston 4.24
11. Seattle 4.12
12. Copenhagen 3.92
13. New York City 3.49
14. Portland 3.39
15. Amsterdam 3.36
16. Paris 3.09
17. London
18. Hong Kong 2.1
19. Tokyo 1.7
20. Berlin 1.6
21. Stockholm 1.23

Sabtu, September 04, 2010

Malaysia Mengaku Salah ?

Pemerintah Malaysia melalui Deputi Menteri Luar Negeri Richard Riot menegaskan bahwa perselisihan kedua negara di perairan Bintan adalah kesalahan kedua belah pihak. “Keduanya salah. Mereka masuk ke perairan kami untuk menghalau nelayan kami dan kami menghentikan mereka di perairan mereka (Indonesia). Kami berdua sama-sama salah, tapi kami harus terus maju,” paparnya kepada AFP. (okezone, 3-9-2010)

Bila menganalisa lebih teliti dari ucapan Riot, dalam aksi penangkapan 3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Malaysia telah melakukan kesalahan. Meskipun Riot menyatakan kejadian tersebut sebagai kesalahan bersama, kalimat "dan kami (Malaysia) menghentikan mereka di perairan mereka (Indonesia)" sudah cukup jelas menyatakan bahwa petugas Indonesia belum masuk wilayah Malaysia. Dan kalimat berikutnya "tapi kami (Malaysia) harus terus maju" justru lebih mempertegas, menyiratkan bahwa mereka dengan agresif mengarah ke wilayah Indonesia, mungkin bisa jadi saat itu sudah memasuki wilayah Indonesia.

Selasa, Agustus 17, 2010

Ditangkap Karena Berfoto di Depan Hotel Ritz-Carlton

Gara-gara aksi main jepret di depan Hotel Rirz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan Nukul bin Tamu Munasir, Wasit, dan Khaerudin diinterogasi polisi Senin kemarin.

Tak tanggung-tanggung, untuk melacak apakah mereka terkait dengan gerakan teroris, kepolisian mendatangkan anggota Densus 88 Anti Teror Polda Metro Jaya. Mereka ditanya macam-macam.

Kepala Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan bahwa hal semacam itu masih masuk dalam batas kewajaran. Sebagai mana dikutip Tempo Boy Rafli mengungkapkan "Masih wajar, mengingat bahwa tempat itu pernah menjadi lokasi ledakan bom," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (17/8).

sumber: Tempo Interaktif
Andai saja yang sedang berfoto itu namanya John, Bill dan Josh pasti dinyatakan benar-benar wajar tanpa interogasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...