Pernah mendengar berita bahwa Indonesia Juara olimpiade matematika, fisika, bahkan sains? "Sering" mungkin itu jawabnya.
Jangan Bangga dulu! Gelar tersebut kemungkinan hanya "anomali" dari anak yang dimiliki oleh segelintir anak Indonesia yang diberi kelebihan oleh Tuhan. Namun kemapuan matematika dan sain anak indonesia secara umum bisa jadi sangatlah lemah.
Indonesia berada di peringkat dua dari bawah untuk skor matematika dalam survei Progamme for International Student Assessment (PISA) 2012 yang baru dirilis awal Desember ini.
PISA merupakan sistem penilaian internasional yang menitikberatkan pada kemampuan anak usia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika dan sains.
Dari 65 negara yang masuk survei PISA, Indonesia menduduki peringkat ke 64, satu tingkat di atas Peru.
The Guardian menjelaskan secara rinci nilai yang diperoleh di masing-masing bidang: Indonesia memperoleh skor 375 di bidang matematika, 396 soal bidang membaca, dan 382 untuk sains, dari skor rata-rata internasional (500).
Minggu, Desember 08, 2013
Selasa, Desember 03, 2013
Buat Saja Event "Pekan Edukasi HIV AIDS" Jangan Kampanye Kondom !!!
Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia 1 Desember tahun ini menggelar kegiatan Pekan Kondom Nasional (PKN).Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Slamet mengatakan, pemerintah akan membagikan kondom gratis di tempat-tempat yang berisiko penularan virus HIV/AIDS. Dia berharap, program ini dapat mengurangi tingkat penularan penyakit AIDS di Indonesia. (PortalKBR, 1/12/2013)Sudah barang tentu event yang gelar mulai 1 Desember hingga 7 Desember mendatang mendapat kecaman dari banyak pihak.
Pandangan masyarakat secara umum, kondom identik dengan sex bebas, dan membagikan kondom sama saja dengan melegalkan sex bebas, dan jika memang demikian bisa jadi peringatan hari AIDS di Indonesia sudah disalah artikan menjadi "Perayaan hari AIDS Sedunia". Event tersebut dinilai justru mensponsori seks bebas, karena secara tersirat masyarakat memperoleh pembenaran bahwa berzina boleh dilakukan asalkan memakai kondom.
Jika memang Kementrian Kesehatan ingin mengedukasi masyarakat dalam penanggulangan HIV AIDS, dan seharusnya memang perlu, buat saja event "Pekan Edukasi HIV-AIDS", jangan kondom yang dikampanyekan!
Senin, Desember 02, 2013
Kisah Tukang Kunci
Alkisah, seorang ahli kunci yang sangat termasyhur bermaksud mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ahli kunci ini memiliki dua orang murid yang sama-sama pandai. Setelah beberapa tahun dididik, kedua orang murid itu sudah mahir dan menguasai semua teknik membuka segala jenis gembok. Hanya saja, ilmu tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria. Oleh karena itu, untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci tadi kemudian menggelar sebuah ujian yang diadakan pada waktu bersamaan.
Maka disiapkanlah dua buah peti yang tergembok rapat dan di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang berharga. Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan. Berikutnya, murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamar-kamar tadi secara bersamaan. "Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu. Ayo, laksanakan...!" perintah si ahli kunci.
Tidak lama kemudian, murid pertama keluar dari kamar lebih dulu dan tampak berhasil menyelesasikan tugasnya. Sang ahli kunci langsung bertanya, "Bagus... tampaknya kau berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?"
Murid pertama menjawab dengan percaya diri dan perasaan penuh kemenangan, "Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Dan di dalam bungkusan itu ada sebuah permata yang berkilauan.. Indah sekali! Andaikan saya bisa memiliki permata itu..."
Maka disiapkanlah dua buah peti yang tergembok rapat dan di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang berharga. Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan. Berikutnya, murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamar-kamar tadi secara bersamaan. "Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu. Ayo, laksanakan...!" perintah si ahli kunci.
Tidak lama kemudian, murid pertama keluar dari kamar lebih dulu dan tampak berhasil menyelesasikan tugasnya. Sang ahli kunci langsung bertanya, "Bagus... tampaknya kau berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?"
Murid pertama menjawab dengan percaya diri dan perasaan penuh kemenangan, "Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Dan di dalam bungkusan itu ada sebuah permata yang berkilauan.. Indah sekali! Andaikan saya bisa memiliki permata itu..."
Langganan:
Postingan (Atom)
