Jumat, Oktober 08, 2010

Indonesia Pernah Kalahkan Uruguay 2 - 1

Sejarah mencatat tim Uruguay pernah singgah ke Indonesia tahun 1974 untuk melakoni laga uji coba dengan Tim Merah-Putih. Diberitakan oleh Kompas (8-10-2010), mantan kiper tim nasional Indonesia, Roony Pasla (63), mengungkapkan, "Tim Merah-Putih" pernah menggulung Uruguay dengan skor 2-1 di Jakarta, pada 21 April 1974.

"Ini adalah catatan sejarah bagi tim nasional Indonesia yang bermain di GBK (Gelora Bung Karno). Pertandingan persahabatan ini menjadi pelajaran bagi pemain tim nasional saat ini," ujar Ronny.

Uruguay datang dengan tim yang dipersiapkan untuk tampil di Piala Dunia 1974. Majalah Tempo terbitan 4 Mei 1974 mengulas aksi Sutan Harhara dkk yang sukses mematikan gaya permainan individual ala Amerika Latin milik URata Penuhruguay.

Disaksikan sekitar 60 ribu penonton, timnas Indonesia secara mengejutkan menaklukkan negara asal Amerika Latin itu dengan skor 2-1. “Saat itu kami tidak mengalami kesulitan berarti menghadapi mereka. Gaya permainan hampir sama dengan kita, mengandalkan umpan-umpan pendek dan sesekali bermain individu duel satu lawan satu. Beruntungnya kala itu timnas Indonesia dihuni banyak pemain yang memiliki skill individu bagus,” kata Sutan.

Dalam pertandingan uji coba tersebut timnas Indonesia yang diasuh Djamiat diperkuat Rusdianto, Ronny Paslah, Abdul Kadir, Anwar Ujang, Nabon dan Waskito. Kendali permainan dipegang Indonesia. Tim asuhan Juan Alberto Schiaffino kala itu kerap direpotkan dengan serangan dari sektor sayap.

Merasa malu dengan kekalahan itu, Uruguay pun meminta pertandingan ulang sehari setelah kekalahan. Mereka sukarela tampil gratis tanpa dibayar.

“Kami sih mau saja walau kondisi fisik lelah karena berpikir kesempatan bermain melawan tim luar negeri bisa menaikkan reputasi,” ujar Sutan.

Sayangnya, pada laga ulang timnas Indonesia kalah 2-3. Walau begitu hal tersebut tak menghilangkan kebanggaan para pemain. “Kami telah memberi pelajaran berharga kepada mereka untuk tidak meremehkan tim-tim yang kelasnya dibawah,” ucap Sutan.

Sementara itu, untuk pertandingan nanti malam (8-10-2010), Indonesia akan menghadapi Uruguay, yang didukung 16 pemain yang membawa tim itu melaju sampai semifinal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, minus Diego Forlan.

Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, menyatakan, timnya akan berusaha menampilkan permainan terbaik dan profesional. Ia juga mengaku berharap, Indonesia dan perangkat pertandingan juga begitu.

Rabu, Oktober 06, 2010

Modifikasi Motor Akan Dilarang

Kementerian Transportasi Inggris seperti detikOto kutip dari Motorcycle News, Senin (27/9/2010) berencana akan mengganti sistem yang sekarang mereka anut dengan standar Eropa. Komisi Eropa mengusulkan beberapa langkah seperti wajib tes ulang untuk kendaraan yang telah mengalami kecelakaan, berganti pemilik atau telah dimodifikasi dengan cara apapun.

foto : modifikasimotorku.blogspot.com
Khusus untuk kendaraan modifikasi, tes harus lebih diperketat dan lebih sering. Diharapkan untuk kendaraan modifikasi bisa dites lebih dari sekali dalam setahun, sementara pengetesan yang berhubungan dengan umur kendaraan juga harus sering dilakukan.

Aturan ini kabarnya akan berlaku di seluruh Eropa agar kecelakaan yang terjadi di motor-motor modif dapat dikurangi. Sebab dalam modifikasi ekstrim pemilik motor biasanya tidak lagi memikirkan sisi keamanan. "Skenario terburuk terjadi karena setiap perusahaan asesoris sepeda motor tidak bisa membuat part yang benar-benar pas untuk semua motor," ungkap President MAG Ian Mutch seperti detikOto kutip dari MCN, Senin (27/9/2010).

Saat ini standar yang paling rumit ada di Jerman dimana memodifikasi dibuat rumit dan mahal untuk individu karena bagian-bagian sepeda motor harus diuji dan disetujui terlebih dahulu.

Lalu bagaimana di negara Indonesia? Banyak pengguna motor yang menggati knalpot untuk menghasilkan suara yang lebih menggelegar tanpa memperhatikan gangguan yang dibuatnya. Mengganti aneka warna lampu sen, atau mengubah warna lampu rem dari merah menjadi putih sebenarnya sangat membahayakan karena dapat membuat pengendara lain salah pesepsi tentang pergerakan motor tersebut.

Penggantian shock breaker yang lebih rendah atau lebih tinggi, bahkan membuatnya dari double menjadi mono shock tetapi tidak mengetahui standar kekuatan atau pun kelenturan pegasnya sebenarnya akan membahayakan diri sendiri.

Untuk keselamatan kita, sepertinya kita harus pula mengikuti langkah yang dilakukan di Eropa akan hal modifikasi kendaraan. Setidaknya mulailah dengan menggunakan helm dengan standar SNI, dan memasang kelengkapan standar kendaraan kita.

Sabtu, Oktober 02, 2010

Indonesia VS Uruguay

Izin FIFA Sudah Turun

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah merestui pertandingan persahabatan antara tim nasional Indonesia melawan Uruguay pada 8 Oktober mendatang.

Dikutip dari Kompas,  Sekjen PSSI, Nugraha Besoes mengatakan "Pada 30 September FIFA sudah mengeluarkan izin pertandingan. Baik untuk melawan Uruguay pada 8 Oktober, dan pertandingan selanjutnya lawan Maladewa pada 12 Oktober mendatang," kata .

AFP/Gabirel Bouys
Dua pemain terbaik Uruguay, Diego Forlan (kanan) dan Luis Suarez,
dipastikan bakal tampil di Jakarta saat uji coba 
Uruguay lawan Indonesia, 8 Oktober 2010.
Uruguay dipastikan akan membawa skuad intinya ke Jakarta. Duet maut, Diego Forlan dan Luis Suarez. Rencananya, Forlan dan kawan-kawan akan tiba di Jakarta pada Selasa (6/10/2010) pukul 15.30. Keesokan harinya, mereka akan menggelar latihan tertutup pagi dan sore di Gelora Sumantri Brodjonegoro, Kuningan.

Indonesia Aman

Tahun lalu, rencana kedatangan MU yang tinggal selangkah lagi tercapai musnah seketika ketika dua ledakan besar terjadi di Kuningan, yang salah satunya terjadi di hotel yang akan diinapi skuad 'Setan Merah'. Kini setahun berselang, timnas berkesempatan lagi untuk menjajal tim berkelas dunia yaitu Uruguay, tim yang memperoleh peringkat ke-empat pada Piala Dunia 2010.

Diberitakan oleh detikSport, Tim Amerika Latin itu sudah memastikan tak akan takut dengan tragedi MU setahun lalu dan akan membawa tim terkuatnya melawan 'Merah Putih' 8 Oktober mendatang. Meski begitu ketakutan tetap saja membayangi PSSI khususnya pihak panitia dalam hal ini. Apalagi belakangan kondisi keamanan di dalam negeri sedang tak stabil, dengan adanya pertikaian antar etnis dan ancaman terorisme yang siap mengancam kapan saja.

"Saya mengharapkan sih tidak terjadi apa-apa jelang kedatangan Uruguay besok. Sebab jika tragedi itu berulang, yang malu dan rugi bukan hanya PSSI dan panitia, tapi seluruh masyarakat Indonesia di mata dunia Internasional," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Senayan, Kamis (30/9/2010) sore WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...